Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian berawan, 19.7 ° C

2.500 UMKM di Jabar Ditargetkan Naik Kelas

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI UMKM/KABAR BANTEN
ILUSTRASI UMKM/KABAR BANTEN

BANDUNG, (PR).- Dinas Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat akan gunakan konsep ABGCM (Academics, Bussines, Government, Community, Media) untuk mengembangkan koperasi dan usaha kecil di Jawa Barat. 

Kepala Dinas KUK, Kusmana Hartadji mengatakan, konsep ABGCM akan menjadi konsep utama di OPD yang baru di pimpinannya itu. Selain bertujuan untuk meningkatkan koperasi dan usaha kecil juga untuk menyolidkan semua usaha kecil yang ada di Jawa Barat. 

"Barangkali lebih kepada bagaimana koperasi dan UMKM bisa berdaya saing, khususnya di Jawa Barat termasuk di nasional dan mungkin di skala internasional," kata dia kepada wartawan Galamedia, Anthika Asmara, Jumat 15 Maret 2019.

Selain itu, Dinas KUK menggagas berbagai program, guna menyeimbangkan dengan visi misi dari Gubenur Ridwan Kamil, di mana ingin menjadikan Jabar Juara. Bulan maret ini, Kusmayana pun akan melakukan akselerasi setelah masa transisi. Salah satunya, dalam mewujudkan program One Product One Pesantren (OPOP) yang digagas gubernur. 

"Untuk sosialiasi rapat-rapat kita sudah mulai, untuk mengimplementasikan program-program yang akan kita lakukan untuk tahun ini," ujarnya.

Selain itu, lanjut Kusmana, pihaknya pun akan menindaklanjuti beberapa program di masa kepemimpinan Kadis sebelumnya. Misalnya saja, meningkat kemandirian ekonomi masyarakat lewat program UMKM Naik Kelas. 

"Kita akan mulai bulan April ini mencoba pendampingan dan pelatihan di bimtek sesuai dengan substansinya. Targetnya 2.500 UMKM di Jabar ini naik kelas," katanya.

Selain itu, Kusmana pun menghaturkan terimaksaih kepada Pemerintah Provinsi Jabar yang memperhatikan betul dinas yang dipimpinnya. Hal tersebut tampak dari kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa pada acara Pisah Sambut Kadis KUK Jabar ini. Selain itu, turut hadir pula Ketua Dekranasda Jabar selaligus Ketua Penggerak PKK Jabar, Atalia Praratya yang notabene istri dari Gubenur Ridwan Kamil.

"Ini membuktikan bahwa pemerintah peduli pada koperasi dan UKM," tuturnya.

Kolaborasi

Di tempat yang sama, Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya menginginkan koperasi maupun UKM ini bisa bersinergi dengan hadirnya berbagai pembangunan infastruktur yang sedang diwujudkan oleh Pemprov Janar.

"Berkolaborasi dengan infrastruktur yang sedang dibangun dan penyiapannya, baik itu perorangan, kelembangaan, usaha kecil dan lainnya," ujar Iwa.

Kondusifitas di intern Dinas KUK pun harus dijaga dengan sebaik mungkin, tanpa ada persaingan yang bisa memunculkan dampak negatif. Karena itu, konsolidisasi menjadi hal yang sangat penting.

"Harus disiapkan konsolidasinya, dilakukan di internal baik iti di kelembagaan. Maupun maintanece dasar," katanya.

Hal lainnya, Iwa sampaikan, perencanaan yang mendetail harus segera dibuat, agar tupoksinya dari masing-masing pihak benar-benar terarah. Setelah itu, lalu melakukan evaluasi.

"Insya allah kalau seperi itu ujungnya adalah bagimana meningkatkan kesejahteraan masyarkat, inidkatornya menekan kemiskinan dan angka pengangguran," katanya.

Iwa yang merupakan Ketua Koperasi Konsumen Praja Sejahtera (KKPS) Jawa Barat ini pun memastikan, bahwa koperasi akan menjawab persoalan masyarakat. Bahkan, dia sampaikan, dalam waktu singkat KKPS Jabar pun mampu memiliki saham di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. 

"Saya juga mencanagkan koperasi bobotoh. Yang bikin saya takjub, bobotoh dari semua elemen baik itu Viking dan Bomber juga yang lainnya bisa bersatu di koperasi ini," tuturnya.***

Bagikan: