Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Bentuk Kemasan Pengaruhi Produk di Pasaran

Imam Jahrudin Priyanto
KEPALA Bidang Industri Agro, Kimia, Tekstil, dan Aneka  pada Disperindag Jabar V E Sriwidayanti (ketiga kanan) berfoto bersama pengamat ekonomi mikro Oman Fathurohman (keempat kiri), COO PR TV Herman Yamashita (keempat kanan), dan para pelaku UKM seusai acara UKMorfosis di Studio PR TV Jln Asia Afrika 77 Bandung, Rabu 6 Maret 2019.* /DOK. PRTV
KEPALA Bidang Industri Agro, Kimia, Tekstil, dan Aneka pada Disperindag Jabar V E Sriwidayanti (ketiga kanan) berfoto bersama pengamat ekonomi mikro Oman Fathurohman (keempat kiri), COO PR TV Herman Yamashita (keempat kanan), dan para pelaku UKM seusai acara UKMorfosis di Studio PR TV Jln Asia Afrika 77 Bandung, Rabu 6 Maret 2019.* /DOK. PRTV

BANDUNG, (PR).- Pemerintah selalu berupaya meningkatkan daya saing produk industri kecil dan menengah (IKM) melalui berbagai pembinaan, antara lain dengan menggelar pelatihan-pelatihan peningkatan kualitas produksi, memfasilitasi sertifikasi dan standardisasi produk. Program yang dilaksanakan di antaranya sertifikasi  halal bagi produk olahan pangan  bekerja sama dengan LPPOM MUI Jabar,  serta memfasilitasi standar nasional Indonesia untuk produk-produk yang sudah wajib diterapkan, seperti industri garam, pakaian bayi, dan mainan anak.

Demikian ditegaskan Kepala Bidang Industri Agro, Kimia, Tekstil, dan Aneka  pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, V E  Sriwidayanti pada siaran langsung acara UKMorfosis  di Studio PR TV Jln Asia Afrika 77 Kota Bandung, Rabu 6 Maret 2019.

”Langkah lain yang dilakukan untuk meningkatkan daya saing ialah dengan promosi melalui pameran, baik yang dilaksanakan sendiri maupun ikut berpartisipasi dalam pameran yang diselenggarakan pihak lain,” ujar Sriwidayanti.

Menurut dia, kemasan produk adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan untuk mengenalkan produk di pasaran dan sebagai salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing. Untuk hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui Unit Pelayanan Teknis Daerah.

Dijelaskannya, upaya  perlindungan hukum dan sekaligus sebagai pendorong kreativitas bagi pelaku industri kecil dan menengah, hak paten, merek dagang, dan desain produk perlu dijembatani dengan adanya pengusulan hak atas kekayaan intelektual (HAKI).

Tumbuh kreativitas

Sementara pengamat ekonomi mikro, Oman Fathurohman mengatakan, IKM (industri kecil menengah) merupakan potensi yang luar biasa bagi perkembangan ekonomi. ”IKM tumbuh terus pascakrisis moneter ketika PHK banyak terjadi. Kemudian tumbuh kreativitas di kalangan IKM yang notabene sebagai sebuah jawaban atas tuntutan kebutuhan, dan berikutnya UKM harus terus berkembang,” ujar Oman .

Menurut dia, dalam pengembangan IKM yang terpenting bagaimana pemerintah bisa hadir, baik dalam hal SDM, modal, dan pemasaran. ”Saya juga menyoroti peran pendamping sangat dominan dalam rangka menjembatani pemerintah dan pelaku IKM. Bagaimana IKM bisa berdaya saing, salah satunya, mereka harus mengalami peningkatan kemampuan lewat pendidikan dan pelatihan. Bagaimana produk-produk IKM laku, bukan hanya di pasar lokal, tetapi juga nasional, bahkan internasional,” ujar Oman.

Terkait dengan hadirnya PR TV, Oman mengatakan, pada era digital PR TV akan sangat mampu mengangkat potensi-potensi IKM. ”Tidak semua bisa mengangkat IKM. Saya berharap PR TV memberikan porsi besar bagi para pelaku IKM,” ujar Oman.

Pada acara PR TV tersebut, tampil pula Iwa K Baratha (pendamping kreatif UKM, Ruang Pekerja Kreatif), Siti Masitoh (pelaku usaha kuliner), dan Surya Zanusa (pelaku usaha cover mobil), dipandu oleh Raja Lubis.

Acara UKMorfosis itu merupakan episode pertama, dengan tema ”UKM Mandiri dan Berdaya Saing”. Program ini terselenggara  atas kerja sama PR TV dengan Ruang Pekerja Kreatif. ***

Bagikan: