Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Rebut Pasar Tiongkok, Indonesia Genjot Ekspor Kayu Ringan ke Vietnam

Tia Dwitiani Komalasari
ILUSTRASI ekspor impor.*/REUTERS
ILUSTRASI ekspor impor.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perdagangan berupaya menggenjot ekspor kayu ringan ke Vietnam. Saat ini ekspor kayu ringan ke negara tersebut jumlahnya cenderung meningkat.

Direktur Pengembangan Ekspor Nasional di Kementrian Perdagangan, Arlinda‎ mengatakan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pemain ekspor utama dalam produk kayu ringan dari jenis sengon dan jabon. Salah satu pasar ekspor yang potensial tersebut adalah Vietnam yang merupakan produsen funitur. 

Arlinda mengatakan, kebutuhan Vietnam akan kayu ringan semakin besar. "Namun ekspor Indonesia ke pasar tersebut masih sangat kecil,"ujar Arlinda dalam keterangan persnya, Rabu 13 Maret 2019.

Dia mengatakan, selama ini nilai tambah produk kayu ringan asal Indonesia masih didominasi Tiongkok dan hanya sedikit yang diolah di Indonesia. Sebagian besar produk kayu ringan Indonesia diekspor ke Tiongkok dalam bentuk setengah jadi. Setelah diolah, Tiongkok mengekspor kembali produk kayu ringan ini ke negara lain seperti Amerika Serikat dan negara-negara di kawasan Eropa, serta Vietnam. 

‎Indonesia merupakan produsen kayu ringan terbesar di dunia terutama untuk jenis sengon dan jabon. Berdasarkan data UN Comtrade, pada tahun 2017 nilai ekspor kayu ringan Indonesia ke Tiongkok sebesar 244,46 juta Dolar AS. Sementara nilai ekspor Tiongkok ke Vietnam sebesar 181,31 juta Dolar AS. Pada tahun tersebut, nilai ekspor kayu ringan Indonesia ke Vietnam hanya sebesar 10,48 juta Dolar AS sehingga Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor produk kayu ringan ke Vietnam. 

Sementara itu, Konsulat Jenderal RI di Ho Chi Minh City, Hanif Salim menyampaikan bahwa pihak International Light Wood Organitation (ILWA) optimistis dapat merebut pangsa ekspor dari Tiongkok ke Vietnam. Hal itu  sekaligus mengembalikan kejayaan industri kayu Indonesia yang menurun beberapa tahun belakang ini.  

“Kemendag bersama perwakilan RI di Vietnam akan terus mengawal peningkatan ekspor produk kayu ringan Indonesia ke Vietnam,” terang Hanif. 

Pihak Vietnam menyambut baik kerja sama dengan ILWA dan telah sepakat mengirimkan buyer anggota asosiasi pada acara Indonesian Lightwood Cooperation Forum (ILCF) pada November tahun ini. Kegiatan ILCF adalah acara tahunan yang diinisasi oleh Kemendag dan Swiss Import and Promotion Programe (SIPPO) Indonesia‎.***

Bagikan: