Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Hujan singkat, 28.8 ° C

Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan, Revitalisasi Pasar Tradisional Mesti Digalakkan

Satrio Widianto
ILUSTRASI pasar tradisional.*/ TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
ILUSTRASI pasar tradisional.*/ TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

JAKARTA, (PR).- Program revitalisasi pasar yang tengah digarap Kementerian Perdagangan dipandang tepat agar mampu meningkatkan dan menggeliatkan ekonomi rakyat. Program yang satu ini dianggap mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan utama mereka. Di sisi lain, revitalisasi pasar diyakini juga mampu menarik kembali masyarakat modern yang sempat enggan berbelanja di pasar tradisional yang terkesan kumuh. 

“Revitalisasi pasar merupakan program yang tepat, dan bagus yang dilakukan pemerintah. Alasannya, ini bisa menarik kembali konsumen-konsumen supaya mau belanja ke pasar. Kemudian juga meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan utama,” tutur peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus dalam keterangan di Jakarta, Selasa 12 Maret 2019.

Menurut dia, pentingnya revitalisasi pasar dikarenakan adanya perubahan perilaku konsumen. Dikatakan Heri, saat ini masyarakat cenderung memilih tempat berbelanja yang nyaman. Karena itulah, perbaikan fasilitas pasar mutlak diperlukan jika tidak ingin pasar rakyat kian sepi pembeli.  “Kalau pasarnya sudah langka terus sudah banyak yang rusak sana-sini, ini perlu ditingkatkan kembali dan diperluas kapasitasnya,” ujarnya. 

Dengan makin ramainya pasar tradisional, kesempatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk makin berkembang kian luas. Ini mengingat badan pengelola pasar tradisional kera memiliki pola kemitraan dengan UMKM. “Keterlibatan pemerintah di sini penting, terutama bisa memicu perekonomian di wilayah yang dimotori UMKM,” imbuh Heri lagi.  

Disamping itu dia mengingatkan, ke depannya pemerintah perlu terus mengembangkan pasar berdasarkan pemetaan yang lebih presisi. Perlu dibuat pemetaan revitalisasi pasar berdasarkan permintaan suatu wilayah. “Daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk lebih besar, ini mungkin perlu pasar tradisional yang lebih luas, kapasitasnya lebih tinggi,” ucapnya. 

Tingkatkan Omzet

Senada, pengamat Ekonomi Agus Tony Poputra menilai, saat ini fungsi pasar tradisional atau pasar rakyat sudah mulai berkurang. Karena itulah, program revitalisasi pasar diperlukan untuk menjaga agar transaksi jual-beli di wadah yang satu ini tetap eksis. 

Dia melihat program revitalisasi pasar bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Pendapatan pedagang dinilai meningkat lantaran masyarakat mulai kembali berdatangan dan meramaikan pasar. "Dengan pasar yang lebih nyaman, tidak becek seperti sebelumnya, pembeli jadi lebih tertarik untuk datang," katanya.

Diketahui, Kementerian Perdagangan  pada tahun ini berencana merevitalisasi sebanyak 1.037 pasar rakyat. Adapun hingga 2018 sebanyak 4.211 unit telah direvitalisasi menggunakan dana alokasi khusus dan tugas pembantuan. Program ini disebut berhasil meningkatkan omzet pasar hingga 20%.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti mengatakan, pasar rakyat merupakan sektor penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan revitalisasi, eksistensi pasar rakyat akan tetap kuat dan daya saingnya terhadap toko-toko modern dapat meningkat sehingga dapat memajukan ekonomi kerakyatan.

Menurut dia, program yang dibesut Kemendag ini telah berhasil meningkatkan omzet lantaran kenaikan tingkat kunjungan ke pasar yang telah direvitalisasi. Kondisi pasar yang jauh lebih bersih dan nyaman menjadi pendorong bagi masyarakat untuk berkunjung dan berbelanja di pasar yang sebelumnya lekat dengan kata becek, kotor, dan bau.***

Bagikan: