Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya cerah, 18.7 ° C

Perbankan Jabar Ngabret Perkuat Infrstruktur Digital

Ai Rika Rachmawati
MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin didampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Kapolda Jabar Agung Budi Maryoto, meninjau Samsat Keliling, seusai meluncurkan pelayanan Samsat Jawa Barat Ngabret (J'bret), di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin, 28 Januari 2019. Untuk memberikan kemudahan pada wajib pajak, saat ini terdapat beberapa layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor seperti Samsat Outlet, E-Samsat, hingga Aplikasi Sambara yang terhubung langsung dengan Bjb-Net.*/ADE BAYU INDRA/PR
MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin didampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Kapolda Jabar Agung Budi Maryoto, meninjau Samsat Keliling, seusai meluncurkan pelayanan Samsat Jawa Barat Ngabret (J'bret), di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin, 28 Januari 2019. Untuk memberikan kemudahan pada wajib pajak, saat ini terdapat beberapa layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor seperti Samsat Outlet, E-Samsat, hingga Aplikasi Sambara yang terhubung langsung dengan Bjb-Net.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Digitalisasi perbankan di Jawa Barat berkembang sangat pesat dalam beberapa bulan terakhir. Bank-bank di Jabar secara intensif dan masif berlomba-lomba membangun infrastruktur digital.

Demikian diungkapkan Chief Digital Startup, E-commerce & Fintech (DEF) Sharing Vision yang juga Co Chief Executive Officer (Co-CEO) Bandung Initiative Movement (BIM), Nur Islami Javad (Jeff), di Bandung, Jumat, 8 Maret 2019. Namun, menurut dia, secara umum, Jakarta masih memimpin dalam digitalisasi perbankan.

"Untuk ekosistem digital, Jakarta adalah jantung perkembangannya. Akan tetapi, saat ini Jabar, khususnya Bandung, juga mulai 'ngabret'," ujarnya.

Pesatnya digitalisasi perbankan di Bandung, menurut dia, mulai terlihat sejak 2018. Apalagi jika dibandingkan dengan 2014 dan 2015. Ia menilai, sudah terjadi lompatan yang cukup signifikan. "BJB misalnya. Mereka sedang melakukan percepatan transformasi digital, mulai dari organisasi, sumber daya manusia (SDM), hingga infrastruktur," ujarnya.

Pesatnya perkembangan digitalisasi perbankan di Jabar, menurut dia, salah satunya ditunjang kian pesatnya perkembangan startup financial technology (fintech). Layanan keuangan digital tersebut berkembang cukup pesat di Jabar.

"Sebetulnya fintech yang berkembang di Jabar lebih ke arah Fintech Education Platform, lalu juga seputar Fintech Agrikultur yang membantu memperkuat Agritech Startup," katanya.

Fintech-fintech tersebut dinilai Jeff cukup berhasil dalam membidik ceruk pasar yang tidak tergarap lembaga keuangan konvensional, seperti perbankan. Ia mencontohkan Crowde yang sudah berhasil mendanai ribuan petani. "Contoh lainnya adalah Tanihub yang membuka kantor cabang utama di Bandung," ujarnya.

Kondisi itu mendorong perbankan melek startup dan kian fokus membenahi infrastruktur digital mereka untuk di wilayah Jabar, menurut dia, digitalisasi perbankan tidak terlepas dari kuatnya peran ekosistem startup.

"Barier to entry-nya cukup tinggi. Di sanalah startup berperan dalam membantu perbankan memperkuat sektor digital mereka. Dukungan ekosistem startup sangat berpengaruh," katanya.

Di Bandung misalnya, menurut dia, ada banyak production house untuk developer aplikasi/platform yang dapat mensupport akselerasi digitalisasi dari perbankan juga perusahaan. Keberadaan mereka dinilai cukup vital.

"Tansformasi seringkali butuh partner. Kedua pihak hadir dengan kelebihan mereka untuk saling menutupi kekurangan," ujar Jeff.***

Bagikan: