Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Bulog Serap 111.000 Ton Jagung Lokal

Tia Dwitiani Komalasari
PETANI memanen jagung di Panyileukan, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 28 Desember 2018.*/ANTARA
PETANI memanen jagung di Panyileukan, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 28 Desember 2018.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Perum Bulog mulai menyerap jagung hasil petani dalam negeri sebesar 111 ribu ton. Hal itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan distribusi jagung saat panen raya.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arjun Ansol Siregar,‎ mengatakan panen raya jagung 2019 diperkirakan akan terjadi Februari-Maret. Beberapa daerah sudah mulai melakukan panen dalam jumlah signifikan.

Menurut Arjun, ‎penyerapan jagung lokal dilakukan melalui Bulog Divre Lampung dan BULOG Subdivre Bojonegoro. Penyerapan jagung oleh Bulog Divre Lampung sebanyak 11.000 kg dari petani Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Sribawono Lampung Timur. 

“Di wilayah tersebut, terdapat luas hamparan jagung + 9.000 Ha, dengan luas areal yang sudah panen + 5.000 Ha dan masih berpotensi panen seluas + 4.000 Ha,” ujar dia di Jakarta, Senin 4 Maret 2019.

Sementara‎ penyerapan yang dilakukan oleh Bulog Subdvire Bojonegoro sebanyak 100.000 kg. Bulog Subdivre Bojonegoro melakukan kerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Tuban dan Paguyuban Peternak Unggas Kabupaten Tuban dalam menyerap dan mendistribusikan jagung lokal. 

Menurut Arjun, penyerapan ini dalam rangka menghadapi puncak panen raya pada Februari-Maret 2019. “Dengan demikian, perlu dijaga keseimbangan kepentingan petani jagung, peternak unggas, dan industri pakan,"ujar dia.

Penyerapan jagung yang dilakukan oleh Perum Bulog berdasarkan acuan mutu berdasarkan Permendag nomor 96 Tahun 2018, tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Namun dalam pembeliannya menggunakan skema komersial.

Dengan demikian, harga pembelian jagung berada diatas Harga Acuan Pembelian yang telah ditetapkan Pemerintah yaitu Rp3.150/kg. “Pembelian jagung oleh Bulog melalui skema komersial ini sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah ke petani jagung dan memenuhi kebutuhan peternak ungags agar tetap berperan dalam kontribusi pembangunan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, Sri Widayati, mengatakan kebutuhan jagung sebagai pakan ternak dipastikan aman tahun 2019. Adanya panen raya menyebabkan penurunan terhadap harga pakan baik broiler atau layer.

"Berdasarkan laporan terjadi penurunan Rp 100 sampai Rp 300 per kilogram pakan ternak,"ujar dia.***

Bagikan: