Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Sistem Pembayaran Masih Menjadi Kendala e-Commerce

Tia Dwitiani Komalasari
DOK PR
DOK PR

JAKARTA, (PR).- Sistem pembayaran yang aman masih menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku e-commerce. Saat ini konsumen e-commerce masih mengandalkan pembayaran melaui transfer ATM‎ saat melakukan transaksi.

CEO Blibli.com, Kustomo Martono mengatakan, sistem pembayaran merupakan salah satu elemen terpenting dalam pengembangan e-commerce. "Kami masih mengembangkan sistem pembayaran yang aman dan nyaman. Ini masih menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku e-commerce," ujar Kustomo Martono dalam diskusi "E commerce 4.0. Whats Next" di Jakarta, Selasa 19 Februari 2019. 

Sementara itu, Managing Director Ipsos Indonesia, Soeprapto Tan, memaparkan hasil studinya mengenai kinerja industri e-commerce. Berdasarkan pengamatannya, pengguna e-commerce ternyata masih mengandalkan alat pembayaran melalui transfer di ATM sebesar 26 persen. 

Sementara di posisi ke dua adalah melalui e banking atau online payment. "Ini menarik dimana ternyata konsumen e-commerce masih membutuhkan cara offline dalam pembayaran mereka," ucap Soeprapto Tan.

Dia mengatakan,‎ pelaku e-commerce perlu melakukan sinergi dengan industri manufaktur nasional dalam memasuki era 4.0. Dengan demikian, produk yang dijual dalam platform e-commerce bisa didominasi oleh barang-barang dalam negeri. 

Menurut dia, ada empat pilar utama yang perlu mendapatkan perhatian dalam mengantisipasi era e-commerce di Indonesia. Empat pilar tersebut adah infrastruktur, teknologi an inovasi terbaru, diversifikai kategori, dan kemampuan industri kreatif dalam memanfaatkan platform yang tersedia.

Pengamat Ekonomi, Yustinus Prastowo, mengatakan pelaku e -commerce di Indonesia perlu menyiapkan diri untuk meningkatkan kontribusinya dalam memasuki era 4.0. Menurutnya, pelaku e-commerce perlu melakukan sinergi dengan indutri manufaktur sehingga bisa mengoptimalkan produknya dengan buatan lokal.

Dia mengatakan, e-commerce telah menjadi salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar dalam mendongkrak kinerja ekonomi. Sektor ini bahkan mampu mengundang investor dalam 3-4 tahun terakhir.

"Di lain pihak, pemerintah juga diharapkan dapat memerankan diri tidak hanya sebagai regulator, melainkan fasilitator dan akselerator. Hal itu dilakukan  melalui desain kebijakan yang komprehensif," kata Yustinus Prastowo.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, berharap agar lebih banyak lagi produk-produk buatan Indonesia yang dijual di e- commerce. Meskipun demikian, fenomena minimnya produk Indonesia itu bukan semata kesalahan platform e-commerce melainkan juga berbagai faktor.

"Seringkali produsen juga kewalahan untuk menyediakan produk yang dijual dalam e-commerce. Begitu juga dengan kualitas produk yang seharusnya memiliki standar," ucap Triawan Munaf.***

Bagikan: