Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Berawan, 22.6 ° C

Euforia Xpander di Jabar Masih Besar

Asep Budiman
MITSUBISHI  Xpander.*/ASEP BUDIMAN/PR
MITSUBISHI  Xpander.*/ASEP BUDIMAN/PR

BANDUNG, (PR).- Euforia Mitsubishi Xpander di Jawa Barat masih besar, terutama di luar Kota Bandung yang belum dimaksimalkan. Sementara antusiasme warga Bandung terhadap Xpander sudah tidak diragukan lagi dengan permintaan sekitar 55 persen.

Tingginya animo masyarakat terhadap Xpander tergambar dari pameran yang digelar Mitsubishi sejak 14-17 Februari 2019 di Bandung Indah Plaza, Kota Bandung. Dari 100 surat pesanan kendaraan (SPK) yang ditargetkan selama empat hari pameran, Mitsubishi mampu meraup 125 SPK. 

Mitsubishi Xpander merupakan model flagship small MPV Mitsubishi Motors yang didistribusikan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). Xpander sudah meramaikan pasar otomotif hampir satu setengah tahun sejak pertama kali diluncurkan pada GIIAS 2017 lalu.

Sejak Agustus 2017, Mitsubishi Xpander mampu memenuhi ekspektasi konsumen dan meramaikan pasar segmen small MPV. Untuk kelas kendaraan 1.500 cc, Xpander berhasil menguasai pasar segmen small  MPV dengan perolehan pangsa pasar sebesar 44,1% pada periode Januari-Desember 2018.

Wilayah Jabodetabek mendominasi penjualan small MPV Mitsubishi Motors dengan kontribusi terhadap penjualan nasional sebesar 39%, disusul oleh wilayah Sumatera sebesar 17%, dan posisi   ketiga ditempati wilayah Jawa Timur dengan kontribusi penjualan sebesar 16%.

MITSUBISHI  Xpander.*/ASEP BUDIMAN/PR

Melihat tingginya jumlah permintaan  Mitsubishi Xpander yang mencapai lebih  dari 115.000 unit hingga saat ini, PT  MMKSI dan PT MMKI terus berupaya
memenuhi permintaan konsumen. 

Section Head West Java Sales n Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia Heru Sunaryo menjelaskan, berdasarkan data pangsa pasar Xpander pada 2017 di Jabar mencapai 7%. Tahun 2018, terjadi peningkatan tajam sampai dengan 25% di Jabar.

"Sementara di Bandung pada 2017, market share hanya 4%. Tahun 2018 market share meningkat cukup tajam juga menjadi 28%," kata Heru saat pameran Mitsubishi yang digelar sejak 14-17 Februari 2019 di mal Bandung Indah Plaza, Kota Bandung, Selasa 19 Februari 2019.

Lebih lanjut, dia menerangkan, kontribusi Xpander di Jawa Barat terhadap nasional sebesar 10%. Sementara sumbangsih Kota Bandung ke Jabar sebanyak 55% dan Bandung ke nasional sekitar 5%.

Dia menyebutkan, pemasaran Mitsubishi di wilayah Jabar mencakup tujuh karesidenan, yaitu Bandung Raya, wilayah III Cirebon (Majalengka, Indramayu, Kuningan) dan Purwakarta. Kemudian, wilayah Priangan (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran), Cianjur, Sukabumi, dan Banten.

Menurut dia, faktor lonjakan penjualan Xpander tak terlepas dari besarnya euforia luar biasa setelah peluncuran. Akibat tingginya permintaan yang tidak terantisipasi membuat keterlambat pengiriman kepada konsumen sehingga terakumulasi pada 2018. 

Dia menyatakan, tahun 2018 tersuplai dengan baik. Saat ini, konsumen merasakan kenyamanan dengan ketersediaan unit. Kesetiaan konsumen pun terjaga karena ada program Keep Warm yang membuat konsumen tetap nyaman menunggu unit dengan kompensasi suvenir, sosialasi program, dan pendekatan yang baik.

"Kini, tunggu unit tidak dalam hitungan bulan," kata Heru.

Untuk tahun 2019, Heru mengemukakan, Mitsubishi belum memasang target penjualan. Mereka menunggu konvensi Mitsubishi yang baru akan dijadwalkan pada 22 Februari 2019 di Nusa Du, Bali.

Meskipun belum mematok target, Heru mengaku optimistis meraup pangsa pasar lebih besar tahun ini. Terlebih dengan minor change pada Xpander tipe Ultimate yang mendominasi penjualan sebesar 60%.

MITSUBISHI  Xpander.*/ASEP BUDIMAN/PR

Selain itu, kata Heru, pihaknya terus meluncurkan program baru, aktivasi, pameran, ekshibisi, dan lain-lain. Program tambahan dan unggulan seperti Smart Gold juga menjamin 3 tahun konsumen bebas jasa servis dan sparepart sehingga tinggal membeli bahan bakar minyak (BBM) saja.

"Dari desain hingga performa, Xpander masih potensi menambah volume. Ekspektasi optimis rebut pasar yang akan diserap lebih besar," ucapnya.

Optimisme Heru cukup beralasan mengingat pasar di Jabar masih belum maksimal penetrasinya. Secara distribusi di Jabar, Bandung nomor satu, diikuti wilayah Purwakarta yang meliputi Cikampek, Karawang, dan Subang, lalu wilayah III Cirebon.

"Posisi kedua tadinya Cirebon pada 2017, tapi jelang akhir 2018 malah Purwakarta akhirnya jadi market terbesar kedua. Cirebon jadi ketiga.

Heru melihat, penetrasi pasar di Purwakarta akan menjadi fokus area lantaran volume marketnya sangat besar. Sementara Priangan juga cukup bagus yang kini masih didominasi mobil niaga ringan 120ss untuk pasar kendaraan pikap.***

Bagikan: