Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Hujan singkat, 28.8 ° C

Dengan Uang Muka 1%, Generasi Milenial Bandung Bisa Punya Rumah

Asep Budiman
ILUSTRASI perumahan.*/DOK. PR
ILUSTRASI perumahan.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Kecenderungan generasi milenial yang lebih suka mengoleksi pengalaman daripada aset membuat mereka sulit memiliki rumah. Namun, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memberi solusi kredit hunian murah dan mudah untuk generasi milenial hanya dengan uang muka 1%.

Seperti diketahui, generasi milenial lebih banyak menghabiskan uang untuk jalan-jalan, kuliner, dan gawai. Akhirnya, mereka terlena dengan gaya hidup konsumtif hingga tak mampu membeli rumah meski sudah mapan.

Di sisi lain, generasi milenial memiliki daya beli tinggi dan usia yang produktif. Potensi itulah yang dilirik oleh BTN dengan menerbitkan solusi kredit hunian yang mudah dan murah bagi kaum milenial.

Senior Vice Presidence Nonsubsidize Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Suryanti Agustinar mengatakan, BTN melihat potensi yang ada di generasi milenial usia 21-35 tahun sebagai target market. Dengan produk terbarunya, KPR Gaeesss menawarkan uang muka 1%, cicilan panjang hingga 30 tahun, dan suku bunga rendah.

"Tahun 2019 saatnya generasi milenial berkomitmen harus memiliki properti. Kami mempunyai produk KPR Gaeesss yang syaratnya sangat mudah tanpa harus pikir-pikir dan dengan angsuran receh," ucap Yanti, sapaan akrabnya, saat acara brand awarness di kafe Little Collins, Kota Bandung, Kamis 14 Februari 2019 malam.

Yanti menjelaskan, dengan menyisihkan uang muka mulai dari 1% khusus rumah pertama, generasi milenial di Bandung bisa memilih rumah tipe apa pun yang diinginkan. Mereka juga diringankan dengan angsuran receh karena bisa diangsur hingga 30 tahun untuk rumah tapak dan 20 tahun untuk apartemen.

Selain jangka cicilan yang panjang, ungkap Yanti, karyawan mula (first jobber) yang baru bekerja satu tahun pun sudah bisa mengajukan KPR Gaeesss. Suku bunga yang ditetapkan untuk produk milenial ini pun sangat rendah hanya 8,8%, flat 2 tahun, dan tanpa pengendapan dana.

Yanti melanjutkan, BTN juga memberikan diskon 50% biaya provisi dan administrasi. Biaya-biaya proses KPR tersebut akan dimasukkan dalam plafon kredit. Selain KPR Gaeesss, BTN pun melengkapi (bundling) dengan KPR Zero sehingga mereka tidak perlu membayar utang pokok hingga dua tahun. 

Yanti menyebutkan, untuk bisa mendapatkan KPR Gaeesss, para generasi Y atau milenial hanya disyaratkan masih berusia di antara 21 hingga 35 tahun. Mereka memiliki pendapatan atau gaji tetap dan minimal sudah bekerja 1 tahun di perusahaan yang sama. Jika itu sudah dipenuhi, mereka tinggal daftar di www.btnproperti.co.id. Lewat portal tersebut, dijanjikan seketika mendapatkan persetujuan izin prinsip KPR Gaeesss.

Target

Yanti menerangkan, sejak program KPR Gaeesss diluncurkan Oktober 2018, hingga Desember 2018, BTN meraih target kredit baru dari KPR Gaeesss sebesar Rp 1,5 triliun atau sekitar Rp 500 miliar per bulan. Pada 2019, pihaknya menargetkan Rp 7-8 triliun untuk KPR Gaeesss dari total target KPR sebesar Rp 19 triliun.

"Bandung salah satu kota dipilih setelah launch di Jakarta, lalu roadshow ke Surabaya dan Makassar. Meskipun kotanya kecil, kami melihat potensi dari milenial setidaknya Rp 600 miliar tahun 2019," ujar Yanti.

Untuk menggaet sebanyak-banyaknya generasi milenial, pihaknya terus memberikan pencerahan dan edukasi melalui talkshow dan aktivasi lainnya. Sebanyak 25 pengembang di Bandung yang bekerja sama dengan BTN pun sudah menyiapkan perumahan untuk generasi milenial.*** 

Bagikan: