Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Defisit Neraca Perdagangan Januari 2019 Melebar karena Ekspor Lesu

Tia Dwitiani Komalasari
ILUSTRASI ekspor impor.*/REUTERS
ILUSTRASI ekspor impor.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Defisit neraca perdagangan Indonesia Januari 2019 semakin melebar meskipun nilai impor mengalami penurunan. Hal itu disebabkan karena nilai ekspor Indonesia Indonesia mengalami penurunan cukup dalam yang didorong oleh anjloknya ekspor sektor migas.

Kepala Badan Pusat Statistik,‎ Suhariyanto mengatakan, nilai ekspor Indonesia Januari 2019 mencapai 13,87 miliar Dolar AS. Nilai tersebut turun 3,24 persen dibandingkan Desember 2018. Sementara jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor Indonesia juga mengalami penurunan hingga -4,7 persen.

Menurut dia, nilai ekspor yang anjlok tersebut dipacu oleh penurunan di sektor migas. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor migas mengalami penurunan hinga mencapai -29,3 %. Sementara ekspor nonmigas masih sedikit mengalami surplus senilai 0,38 %.

"Tiga komponen migas baik minyak mentah, ‎hasil minyak dan gas sama-sama mengalami penurunan. Ini yang menyebabkan penurunannya menjadi cukup dalam,"ujar dia saat konferensi pers di Jakarta, Jumat 15 Februari 2019.

Penurunan ekspor tersebut menyebabkan dampak pengurangan impor tidak bisa menyelamatkan neraca perdagangan menjadi surplus. Padahal sejak Oktober 2018, trend nilai impor Indonesia cenderung mengalami penurunan.‎ Nilai tersebut adalah Oktober 2018 senilai 17,67 miliar Dolar AS, November 2018 senilai 16,9 miliar Dolar AS, Desember 2018 senilai 15,36 miliar Dolar AS, dan Januari 2019 senilai 15,03 miliar Dolar AS.

Penurunan nilai impor Januari 2019 nyaris terjadi di semua sektor, baik itu konsumsi maupun barang modal. Impor bahan baku/penolong naik 2,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun nilai impor tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan Januari 2018.

Penurunan nilai ekspor dan nilai impor yang masih besar tersebut menyebabkan defisit neraca perdagangan kembali naik menjadi -1,16 miliar Dolar AS. Pada Desember 2018, defisit neraca perdagangan Indonesia mencapai -1,03‎ miliar Dolar AS.

Suhariyanto berharap agar pemerintah bisa melakukan antisipasi dan upaya untuk mengurangi defisit neraca perdagangan dengan menaikan ekspor. Salah satu caranya adalah dengan membuka pasar baru. "Meskipun ini sangat sulit di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu tahun 2019,"ujar dia. ***

Bagikan: