Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 29.4 ° C

Dinilai Peduli Perlindungan Tenaga Kerja, Jawa Barat Berpeluang Rebut Paritrana Award

Satrio Widianto
DIREKTUR Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis.* SATRIO WIDIANTO/PR
DIREKTUR Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis.* SATRIO WIDIANTO/PR

JAKARTA, (PR).- Jawa Barat berpeluang merebut penghargaan Paritrana sebagai provinsi yang peduli atas jaminan sosial bagi para pekerjanya. Selain itu, penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi pemerintah daerah dan perusahaan yang selama 2018 mendukung penuh implementasi dan tertib administrasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi pemerintah daerah dan perusahaan yang selama 2018 mendukung penuh implementasi dan tertib administrasi jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah masing-masing," kata Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis, saat tahapan wawancara seleksi Paritrana Award tahun 2018, di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu 6 Februari 2019. Penghargaan ini akan diberikan oleh Presiden Joko Widodo, akhir Februari.

Selain Jabar, pemprov yang masuk nominasi untuk meraih penghargaan itu adalah DKI Jakarta, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan, yang masing-masing dihadiri langsung oleh para gubernurnya. "Sementara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, dan Lampung masing-masing diwakili oleh Sekretaris Daerah atau Kadisnaker Provinsi setempat," ujar Ilyas. 

Untuk kategori Pemerintah Kota atau Kabupaten, tahapan wawancara itu juga dihadiri oleh Walikota atau Wakil Walikota antara lain Kota Bekasi, Kota Jambi, Palembang, Tanjung Pinang, Bitung, Makassar, dan Batam. Sementara Pemerintah Kabupaten dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati atau Kadisnaker Pemkot antara lain Pacitan, Batang Hari, Deli Serdang, Raja Ampat, Sorong, dan Luwu Utara.

Dia berharap, semoga para kandidat tahun ini bisa mencapai hasil yang maksimal sebagai buah dari usaha besar dalam mendukung dan mengimplementasi jaminan sosial ketenagakerjaan di daerah dan perusahaan masing-masing. "Semoga Anugerah Paritrana ini menjadi pemicu semangat yang dapat memotivasi semua pihak, agar perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja di Indonesia dapat segera terwujud," ujar Ilyas.

Dijelaskan, untuk penilaian tahun ini diikuti sebanyak 33 Pemerintah Provinsi, 105 Pemerintah Kabupaten Kota, 89 Perusahaan Skala Besar dan 80 Perusahaan Skala Menengah serta 33 UKM (Usaha Kecil dan Mikro) akan dinilai oleh tim penilai. Proses penilaian dilakukan dalam beberapa tahap, dan rencananya pada awal Februari 2019 ini akan dilakukan wawancara bagi kandidat yang lolos seleksi sebelumnya.

Proses wawancara ini merupakan tindak lanjut dari hasil seleksi berkas dan kelengkapan dokumen yang diserahkan para kandidat yang dilaksanakan pada awal Januari 2019. “Bagi yang telah lolos seleksi tersebut, dilanjutkan dengan wawancara bersama tim penilai yang terdiri dari ahli jaminan sosial, praktisi, pejabat kementerian, dan tentu saja dari BPJS Ketenagakerjaan," kata Ilyas.

Tim penilai yang mewawancarai para kandidat antara lain dari ahli jaminan sosial seperti Chazali Situmorang dan Hotbonar Sinaga, ahli kebijakan publik Riant Nugroho, Staf Ahli Apindo, Myra Maria Hanartani, dan dari unsur serikat pekerja diwakili oleh Rudi Prayitno. Sementara dari Kementerian PMK oleh Sonny Harry Budiutomo, Kementerian Ketenagakerjaan oleh Wahyu Widodo, Kementerian Dalam Negeri oleh Sri Purwaningsih, dan terakhir dari BPJS Ketenagakerjaan oleh Cotta Sembiring.

Anugerah Paritrana ini merupakan inisiasi dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK) bersama BPJS Ketenagakerjaan yang sudah mulai digalang sejak tahun 2017 yang lalu. Tujuannya untuk memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah provinsi dan Kabupaten atau Kota serta Badan usaha yang dinilai telah mengimplementasikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja dengan baik.

Anugerah Paritrana 2017 diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Sementara Pemerintah Kabupaten atau Kota yang meraih penghargaan ini adalah Kota Surakarta, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Serang. Kategori Perusahaan Besar diterima oleh PT Bank Central Asia (BCA), PT Chevron Pacific Indonesia, dan PT Bank Pembangunan Daerah Bali. Selain itu, Perusahaan Skala Menengah diterima oleh PT Nippon Indosari Corporindo, Tbk., PT Aneka Tambang UPBN Maluku Utara, dan PT Multijasa Cemerlang.***

Bagikan: