Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Badai petir, 28.3 ° C

Boris: “The Power of Change”

Ari Nursanti
BORIS Syaifullah, Calon Ketua Umum Kadin Jabar Preiode 2019-2024.*/NIA PUSPASARI/PR
BORIS Syaifullah, Calon Ketua Umum Kadin Jabar Preiode 2019-2024.*/NIA PUSPASARI/PR

UBAHLAH tantangan menjadi peluang. “Jangan takut dalam menghadapi tantangan. Kita harus berpikir bagaimana caranya menjadikan tantangan sebagai peluang untuk kita,” ujar Boris Syaifullah, Presiden Direktur dan owner PT BorSya Cipta Comunica (BCC), saat ditemui sesaat setelah Dialog Dunia Usaha dengan Para Calon Ketua Umum Kadin Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Revolusi Industri 4.0 sudah di depan mata, pengusaha, UMKM, UKM sudah tidak bisa lagi mengelak, itu adalah hal yang mau tidak mau harus dihadapi. Untuk bisa menghadapinya maka “berubahlah”. “Kita harus bisa mengikuti zaman. Dan di Revolusi Industri 4.0 ini digitalisasi sudah menjadi hal yang tidak bisa lagi dielakan,” kata pria kelahiran 8 September 1975 ini.

Oleh karena itu Boris yang mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Kadin Jabar, menjadikan digitalisasi sebagai salah satu program kerja yang akan ia tularkan ke para anggota Kadin. “Kadin harus membantu para wirausaha menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 menjadi sebuah peluang usaha baru. LIO (Lingkungan Industri Optik – red) merupaka salah satu jawabannya. Di satu sisi produknya akan membantu kemudahan telekomunikasi, sisi lain penyediaan lapangan kerja juga akan bertambah,” ungkap Boris.

BORIS Syaifullah, Calon Ketua Umum Kadin Jabar Preiode 2019-2024.*/NIA PUSPASARI/PR

“Mari mengubah tantangan menjadi peluang, mengubah kesulitan menjadi kemudahan, mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Semua bisa dilakukan asalkan kita mau berubah menjadi lebih baik menggunakan akal kita,” ujar Boris, suami dari Ririn Gusneri ini.

“Saat ini sudah banyak pelatihan impor produk Tiongkok, kita jangan takut. Yang kita butuhkan hanya perubahan. Kita berubah dengan membiasakan diri memiliki etos kerja yang disiplin, baik dan cerdas. Yang terbiasa terlambat bekerja, yuk, kita perbaikin menjadi lebih displin dalam waktu. Yang terbiasa merokok sambil bekerja, yuk biasakan kita untuk lebih berdisiplin saat bekerja. Dari hal-hal kecil,” ujar Boris.

“Tidak perlu khawatir dengan serbuan tenaga kerja asing, kita bisa memperbaiki etos kerja kita sehingga lebih baik dari tenaga asing. Kita yang memiliki potensi alam, kita yang lebih memahami negara kita, SDM kita hanya tinggal berubah menjadi lebih disiplin, kerja cerdas, kerja keras, InsyaAllah kita bsa menghalau serbuan asing,” katanya.

Revolusi Industri 4.0 salah satunya adalah era digitalisasi, maka wirausaha juga harus mulai berubah. Menggeser usahanya untuk sedikit demi sedikit menjadi milenial, mengenal digitalisasi. “Itu yang akan saya usung jika menjadi Ketua Kadin Jabar. Saya akan ‘ramahkan’ inovasi digitalkan. Saya akan menjadi pelayan bagi para Kadin daerah untuk membantu membangun digitalisasi dikalangan UMKM, UKM. Mmebantu mencari solusi atas masalah yang dihadapi,” kata Boris menandaskan.

BORIS Syaifullah, Calon Ketua Umum Kadin Jabar Preiode 2019-2024.*/NIA PUSPASARI/PR

“Untuk sektor pertanian, harga di desa dan di kota harus sama. Kita harus berubah dengan memutus rantai tengkulak. Salah satunya dengan memanfaatkan digitalisasi ini,” kata Boris, yang juga pernah menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan selama 14 tahun.

Kecerdasan, keuletan, kerja keras, bekal manajemen dari Korea, juga jangan pernah lupa kedermawanan sebagai wujud rasa syukur menjadi bahan baku bagi Boris untuk bisa mengubah kesulitan hidupnya selama menjadi PMI menjadi keberuntungan dalam membangun bisnisnya PT BCC. Hal itupula yang ingin ditularkan Boris dengan berupaya menciptakan wirausaha-wirausaha baru sebagai salah satu solusi dari hempasan gelombang Revolusi 4.0 dan digitalisasi. “Tak hanya sekadar digitalisasi yang saya pikirkan, saya juga sudah memiliki jawaban dari korban gelombang digitalisasi di era Revolusi Industri 4.0 ini. Yaitu dengan menciptakan wirausaha-wirausaha baru agar lapangan kerja semakin banyak,” ucap Boris menutup perbincangan.***

Bagikan: