Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 20.3 ° C

Tertinggi Lima Tahun Terakhir, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018‎ Mencapai 5,17 %

Tia Dwitiani Komalasari
ILUSTRASI/DOK PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI/DOK PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA, (PR).- Badan Pusat Statistik merilis‎ pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018‎ mencapai 5,17 %. Angka tersebut merupakan yang tertingi selama lima tahun terakhir.

Berdasarkan catatan BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17 % pada 2018 dan 5,03 % pada 2017. Sumber pertumbuhan ekonomi tahun 2018 tersebut didorong oleh industri pengolahan dengan kontribusi 0,91 %. 

"Meskipun masih menjadi penyumbang tertinggi, namun kontribusinya berkurang jika dibandingkan dua tahun sebelumnya masing-masing sebesar 0,92 %,"ujar Kepala BPS, Suhariyanto, saat konferensi pers di Jakarta, ‎Rabu 6 Februari 2018.

Dia mengatakan,‎ pertumbuhan sebesar 5,17 %merupakan pencapain di tengah tekanan ekonomi global. Kondisi ini menyebabkan Realisais pertumbuhan ekonomi 2018 tidak memenuhi target RAPBN sebesar 5,4 %.

"Banyak tekanan-tekanan yang timbul dan tidak bisa diduga. Pertumbuhan tahun ini memang tidak memenuhi target seperti yang ada di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional,"ujarnya.

Dia mengatakan, ‎sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 paling banyak ditopang oleh konsumsi rumah sebesar 2,74 %.  Di posisi kedua adalah Pembentukan modal tetap bruto sebesar 2,17 %.‎ "Hal ini terjadi seiring peningkatan barang modal jenis mesin dan perlengkapan, kendaraan, serta peralatan lainnyan," ujar dia.

Sementara itu, ekspor tumbuh melambat seiring dengan penurunan volume perdagangan dan ekonomi global. Hal itu berbanding terbalik dengan impor yang tumbuh cepat seiring peningkatan permintaan domestik.

Dari sisi produksi, beberapa sektor yang mengalami pertumbuhan positif adalah pertanian, industri pengolahan nonmigas, konstruksi, perdagangan, dan transportasi. Sektor pertanian tumbuh positif disebabkan adanya peningkatan produksi buah-buahan dan sayuran tropis.‎ Sementara pertumbuhan industri pengolahan nonmigas lebih banyak didorong oleh komoditas minyak kelapa sawit. 

Sektor konstruksi juga tumbuh positif sejalan dengan pertumbuhan produksi semen. "Perdagangan besar tumbuh seiring peningkatan produksi barang-barang domestik dan impor. Begitu juga peningkatan permintaan karena liburan mendorong pertumbuhan transportasi serta penyediaan akomodasi d‎an makan minum," ujar dia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan angka pertumbuhan ekonomi 2018 tersebut sesuai dengan prediksinya. Hal itu dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi triwulan IV yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Darmin mengatakan, pemerintah masih terus berupaya untuk membuat pertumbuhan ekonomi 2019 menjadi lebih baik lagi. "Kita akan fokus terlebih dahulu terhadap prosedur-prosedur ekspor dan logistik. Kita memberikan dukungan supaya ekspornya membaik," ujar dia.‎***

Bagikan: