Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 29.4 ° C

Investasi Dana Haji Tak Langsung Berdampak pada Lembaga Keuangan Syariah

Tia Dwitiani Komalasari
Seorang petugas memegang mata uang rupiah.*/ANTARA
Seorang petugas memegang mata uang rupiah.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Peralihan investasi dana haji dari lembaga keuangan konvensional ke syariah tidak serta merta langsung berdampak positif bagi industri keuangan tersebut. Lembaga keuangan syariah justru harus mengatur strategi bagaimana memanfaatkan peluangan itu sehingga bisa memberikan hasil optimal.

Dalam berita "PR" sebelumnya disebutkan bahwa Badan Pengelola Keuangan Haji akan merubah porsi investasi dana haji. Sebelumnya investasi dana haji tersebut terbagi sebesar 50% di bank konvensional dan 50% di surat berharga. Mulai tahun ini, investasi dana haji tersebut akan dibagi menjadi 50 % di perbankan syariah, 30 % surat berharga syariah, dan 20 % investasi langsung.

Ekonom‎ Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, mengatakan perubahan porsi tersebut berdampak positif bagi perbankan syariah karena bisa menambah likuiditas. Apalagi dana haji tersebut sangat besar yaitu sebesar Rp 113 T pada 2018 dan ditargetkan mencapai Tapi 120 T pada 2019.

Meskipun demikian, menurut Abra, suntikan dana tersebut tidak langsung memberikan dampak positif bagi industri perbankan. Dana tersebut akan memiliki manfaat optimal jika perbankan syariah bisa kembali menyalurkannya dalam bentuk kredit.

Abra mengatakan, Bank Syariah justri perlu melakukan strategi bagaimana caranya penyaluran kreditnya bisa menarik dan berdaya saing. Sebab saat ini penyaluran kredit perbankan syariah masih tertinggal jauh dari bank konvensional.

"Sebenarnya kan kenapa sebelumnya dana haji lebih banyak dikelola di bank konvensional? Itu karena returnnya lebih besar dari Bank Syariah,"ujar Abra saat dihubungi "PR", Selasa, 5 Februari 2019.

Abra mengatakan, biaya pinjaman di bank syariah saat ini lebih besar dibandingkan bank konvensional. Hal itu mendorong banyak pengusaha tetap memilih bank konvensional saat membutuhkan kredit.

Menurut Abra, Bank Syariah harus menerapkan biaya kredit yang sama dengan bank konvensional terlebih dahulu jika ingin berdaya saing. "Menurut saya tahun ini tidak akan langsung semuanya ke bank syariah, karena ada instrumen keuangan lain seperti ‎obligasi syariah," ujar dia.***

Bagikan: