Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 30.5 ° C

Ekspor Industri Tekstil Ditargetkan Capai 15 Miliar Dolar AS pada 2019

Tia Dwitiani Komalasari
ILUSTRASI ekonomi/DOK PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI ekonomi/DOK PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA, (PR).- Kementrian Perindustrian menargetkan pertumbuhan ekspor tekstil dan produk tekstil bisa mencapai 15 miliar Dolar AS pada 2019. Peningkatan ekspor tersebut diharapkan menjadikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi sektor yang bisa menyerap tenaga kerja hingga 3,11 juta orang.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, sektor tekstil merupakan salah satu penyangga pertumbuhan ekspor Indonesia. Pada Januari-Oktober 2018, jumlah ekspor industri TPT menembus 11,12 miliar Dolar AS atau naik 7,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan ekspor Indonesia tidak lepas dari industri TPT. Industri ini juga merupakan sektor yang banyak menyerap tenaga kerja,"ujar Airlangga di Jakarta, Minggu 3 Februari 2019.

Airlangga mengatakan, aktivitas industri senantiasa konsisten memberikan efek berantai yang luas bagi perekonomian, baik di daerah maupun nasional. Misalnya, peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa negara. Hal ini tidak terlepas dari peran peningkatan investasi sektor manufaktur.

“Bahkan, dengan industri 4.0, akan mewujudkan pembukaan lapangan kerja baru sebanyak 10 juta orang pada tahun 2030. Selain itu, diiringi dengan pertumbuhan ekonomi 1-2 persen,” ujarnya.

Pada 2019, pemerintah menargetkan ekspor nonmigas tumbuh 7,5 persen. Proyeksi tersebut mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,7 persen. 

Airlangga mengatakan, Kementrian Perindustrian akan fokus memacu kinerja ekspor di lima sektor industri yang mendapatkan prioritas pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Lima sektor itu, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronika, dan kimia.

"Sebab, lima kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi sebesar 65 persen terhadap total nilai ekspor nasional. Selain itu bisa menyumbang 60 persen untuk PDB dan 60 persen tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut‎," ujar dia.

Adapun tiga pasar ekspor utama yakni Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok. Penetrasi pasar ekspor ke negara-negara nontradisional juga dilakukan, seperti ke Bangladesh, Turki, Selandia Baru, Myanmar dan Kanada.

“Meski demikian, diharapkan ada perbaikan ekonomi global, sehingga bisa mendorong ekspor nonmigas lebih tinggi lagi di tahun 2019. Pemerintah juga menargetkan segera merampungkan sebanyak 12 perjanjian dagang baru pada tahun ini,"ujar dia.***

Bagikan: