Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 13.985,00 | Sedikit awan, 21.1 ° C

70% Start Up Kuliner Alami Kerugian, Ini Kunci Suksesnya

Satrio Widianto
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Bisnis kuliner menjamur di mana-mana dan menjadi bidang yang diminati masyarakat. Karena bisnis ini memang “terlihat” lebih mudah dibanding bisnis lainnya. Namun, menurut Stephen, Managing Director National Culinary Service Academy (NCSA), hampir 70% start up di bisnis kuliner mengalami kerugian.

“Karena bisnis kuliner termasuk bisnis yang tergolong rumit, membutuhkan banyak inovasi dan kreativitas,” kata Stephen saat talkshow Meet The Legend di Gandaria City, Jakarta.

Stephen menggarisbawahi, ada bisnis kuliner yang bisa bertahan dan bahkan bisa melegenda.

Menciptakan bisnis kuliner yang mampu bertahan dan bisa melegenda inilah yang disampaikan oleh para pembicara dalam talkshow Meet The Legend ini. Stephen sengaja mendatangkan dua tokoh kuliner besar Indonesia pada acara yang terselenggara atas kerjasama Ariston Peduli, NCSA dan Indonesian Chef Associaton (ICA) ini.

Dengan dipandu Chef Lucky Permana yang juga Vice President bidang Profesi dan Pendidikan ICA pusat, acara ini semakin menarik. Lucky Permana mampu mengorek banyak informasi dari Sisca Soewitomo, salah satu guru kuliner yang terkenal di Indonesia dan mancanegara.

Dari tangan perempuan kelahiran April 1949 ini, telah membantu para juniornya menjadi chef-chef berkelas di Tanah Air. Sisca juga sudah menulis 150 judul buku kuliner, termasuk 2 buku dalam bahasa Inggris.

Selain itu, ada juga Calvin Hartono Putra sulung dari Juliana Hartono  Sang pendiri Gado-Gado Boplo. Calvin mengisahkan bagimana ibunya memulai usaha  yang mulai ada tahun 1970.

“ ia memulai jualan gado-gado dengan menggunakan sebuah meja dan sebuah etalase kecil di dalam gang kecil di bilangan Kebon Sirih, Jakarta Pusat,” ungkap Calvin.

Usahanya tidak sia-sia, karena Gado-gado Boplo berhasil menjual kuliner Indonesia dengan tempat yang keren dan higienis. Bahkan hadir di berbagai mall ternama di Indonesia.

Tips sukses

Menurut Calvin setidaknya ada tiga tips yang bisa dilakukan untuk sukses dalam bisnis kuliner ini.

Pertama, Start small. Ibunya memulai usaha dengan modal Rp 500 dan  dijual dengan Rp 25/porsi. “Jadi ga perlu langsung ingin membuat sesuatu yang besar dulu," katanya.

Kedua, fokus dengan menu yang akan dijual. “Jangan tergoda untuk membuat menu baru di luar dari konsep yang awal. Justru harus konsisten dengan yang sudah tetapkan. Atau tinggal dikembangkan saja," tutur Calvin.

Dan, ketiga adalah giving atau berbagi.  Yakinkan untuk konsisten dalam berbagi dengan sesama. Karena, berbagi itu adalah alat promosi yang sangat diyakini oleh Gado gado Boplo sebagai alat yang efektif dalam menjual.

“Apa yang diungkapkan ibu Sisca Soewitomo dan ibu Juliana Hartono lewat Anaknya, keduanya mempunyai benang merah yang sama yaitu jika ingin sukses maka harus serius, konsisten dan tekun,” kata Chef Lucky.***

Bagikan: