Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 20.3 ° C

Boris: Kadin Harus Menjadi Jawaban Tantangan Revolusi Industri 4.0

Ari Nursanti
BORIS Syaifullah dalam acara Dialog Dunia Usaha dengan Para Calon Ketua Umum Kadin Jabar Periode 2019-2024.*/NIA PUSPASARI/PR
BORIS Syaifullah dalam acara Dialog Dunia Usaha dengan Para Calon Ketua Umum Kadin Jabar Periode 2019-2024.*/NIA PUSPASARI/PR

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) harus menjadi wadah untuk inovasi, pemberi solusi, baik bagi wirausaha besar ataupun UMKM/UKM di segala sektor usaha dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Dalam hal ini termasuk usaha bidang pertanian yang masih menjadi prioritas usaha di Jawa Barat.

Boris Syaifullah yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur dan owner  PT BorSya Cipta Comunica (BCC) sekaligus calon Ketua Umum Kadin Jawa Barat, memiliki tekad menjadikan Kadin Jawa Barat sebagai wahana berinovasi dan pemberi solusi bagi seluruh pengusaha besar atau kecil dan UMKM/UKM dalam menghadapi Revolusi 4.0 yang serba digital.

BORIS Syaifullah dalam acara Dialog Dunia Usaha dengan Para Calon Ketua Umum Kadin Jabar Periode 2019-2024.*/NIA PUSPASARI/PR

“Saya bertekad membawa Kadin untuk mampu menggiring inovasi teknologi dengan digitalisasi di semua sektor usaha untuk mampu bersaing dalam Revolusi Industri 4.0,” kata pria kelahiran 8 September 1975 ini dalam Dialog Dunia Usaha dengan Para Calon Ketua Umum Kadin Jabar Periode 2019-2024 yang diadakan kemarin.

Bagi Boris, inovasi teknologi dalam digitaliasi ini sudah menjadi syarat wajib dalam Revolusi Industri 4.0. “Jika para wirausaha tidak mampu mengikuti maka akan kesulitan, sehingga bagaimana caranya kami yang berada di Kadin membantu mereka,” ujar Boris yang bertekad mengabdikan diri di Kadin untuk menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0.

Dalam digitalisasi untuk menghadapi Revolusi 4.0 ini tentu saja akan ada korban, sehingga dalam hal ini Boris mengatakan “Satu kaki saya akan berpijak pada digitalisasi menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan satu kaki saya yang lain akan berpijak untuk membuat solusi atas gelombang digitaliasi ini. Salah satunya menumbuhkan wirausaha baru, tujuannya membuka lapangan pekerjaan lebih banyak guna mengatasi gelombang digitalisasi.”

BORIS Syaifullah dalam acara Dialog Dunia Usaha dengan Para Calon Ketua Umum Kadin Jabar Periode 2019-2024.*/NIA PUSPASARI/PR

Sementara itu, bidang usaha yang masih bersifat tradisional, seperti pertanian, Boris menegaskan harus mulai diubah menjadi industri. “Dengan teknologi kita bisa menjadikan tanaman padi yang musiman untuk rutin terus menghasilkan. Pemasaran yang semual dengan tengkulak kita cut dengan teknologi/digitalisasi. Sehingga harga di kota dan di desa akan sama,” kata Boris menambahkan.

Tentu saja, selain memang kita memperbaiki hulunya dengan digitalisasi dan inovasi. Harus dipikirkan juga bidang pemasarannya. “Potensi besar harus diikuti dengan bidang pemasarannya. Jangan sampai barang-barang kita juga kalah bersaing dengan produk impor. Kadin harus bisa go internasional termasuk dalam pemasarannya,” tambah Boris, suami dari Ririn Gusneri itu.

"Go international"

“Digitalisasi bukan musuh, digitalisasi alat yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan usaha. Soal Revolusi Industri 4.0 harus dimengerti dulu, sehingga memahami digitalisasi diperlukan dalam persaingan usaha saat ini,” ujar Boris.

“Sekarang sedang gencar-gencarnya pelatihan-pelatihan produk impor Tiongkok. Sebagai Ketua Umum Kadin – jika terpilih—kita harus membantu para wirasusaha untuk menghadang banjirnya impor yang bisa merusak pasar kita. Kadin dalam hal ini bekerjasama dengan pemerintah tentunya justru yang harus menjadi ‘tameng’ utama dalam menghadapi impor. Kalau bisa justru kita perbanyak ekspor produk kita. Negara Indonesia itu kaya kok, kita itu hebat kok, SDM kita harus diperbaiki karena kita ini hebat,” ucap Boris menandaskan.

BORIS Syaifullah dalam acara Dialog Dunia Usaha dengan Para Calon Ketua Umum Kadin Jabar Periode 2019-2024.*/NIA PUSPASARI/PR

Lebih lanjut Boris mengatakan “Wirausaha itu harus pakai hati, jangan hanya melulu uang. Kalau awalnya sudah menggunakan hati, InsyaAllah kedepannya akan lebih baik.”

Negara kita ini akan sukses jika 2% dari penduduknya berwirausaha. “Dalam hal ini tentu wirausaha sesungguhnya yang bisa menciptakan lapangan kerja dan memajukan perekonomian, bukan yang wirausaha asal-asalan,” kata Boris.

Kadin, “pelayan” dan pemberi solusi bagi anggotanya

“Kadin Jabar saat ini sudah baik juga, namun akan lebih baik lagi jika Kadin bisa memanfaatkan lebih banyak lagi peluang. Menjadikan tantangan sebagai peluang usaha. Sudah jadi tugas Ketua Kadin untuk bisa membawa peluang untuk kemajuan bersama wirausaha Jawa Barat khususnya,” tutur Boris.

BORIS Syaifullah dalam acara Dialog Dunia Usaha dengan Para Calon Ketua Umum Kadin Jabar Periode 2019-2024.*/NIA PUSPASARI/PR

Menurut Boris, Ketua Umum Kadin Jabar itu hanya pelayan. “Ia wajib melayani semua anggotanya, mendatangi setiap daerah untuk mengetahui permasalahan yang ada dan membantu menjawab serta mencarikan solusi atas masalah para wirausaha yang ada di daerah-daerah,” kata Boris menegaskan.

Masalah di Kadin Jabar ini terkait soal organisasi diperlukan adanya benang merah antara pusat dan daerah,  SDM yang perlu diperbaiki, serta infrastruktur. “Semua itu harus terselesaikan oleh Ketua Umum Kadin Jabar yang baru,” katanya.

“Dan saya sudah punya beberapa program dalam visi misi saya untuk mengatasi itu semua,” tutur Boris menutup perbincangan.***

Bagikan: