Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya cerah, 18.7 ° C

Jonan Minta Pemda Bantu Biaya Pemasangan Listrik Rumah Tidak Mampu

Tia Dwitiani Komalasari
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kiri) didampingi Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Amir Rosidin, meninjau Pusat Pengatur Beban (P2B) Area Pengatur Beban (APB) Jawa Tengah dan DIY PLN di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis 13 Desember 2018.*/ANTARA FOTO
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kiri) didampingi Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Amir Rosidin, meninjau Pusat Pengatur Beban (P2B) Area Pengatur Beban (APB) Jawa Tengah dan DIY PLN di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis 13 Desember 2018.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Menteri Energi dan Umber Daya Mineral Ignasius Jinan berharap pemerinta daerah yang memiliki anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah apat berkontribusi dalam meningkatkan rasio elektrifikasi nasional. Salah satunya dengan memberikan sambungan listrik gratis bagi masyarakat tidak mampu yang ada di wilayahnya.

"Saya menghimbau terutama di Jawa dan provinsi-provinsi besar, juga kabupaten-kabupaten yang ABD nya triliunan, menyisihkan sebagian untuk memberikan sambungan listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu sehingga bisa menikmati listrik,"ujar Jonan di Jakarta, Rabu 9 Januari 2018.

Dia mengatakan, masyarakat dengan golongan tarif listrik 450 Volt Ampere‎ banyak yang bisa melakukan pembayaran penggunaan listrik. Namun adan sebagian dari mereka yang tidak mampu membayar biaya penyambungan atau pemasangan yang relatif tinggi.

"Kalau langganan pasti bisan sekitar Rp 15 ribu, tapi kalau pasang itu sekitar Rp 500 ribu. Pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi yang membantu," ujar dia.

Dia mengatakan, pemerintah berupaya untuk mencapai rasio elektrifikasi 99,9 persen hingga akhir tahun 2018, rasio elektrifikasi nasional aalah 98,3 persen. Angka tersebut lebih tinggi ari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019 yang sebesar 97,5 persen.

"Pemerintah dan juga PLN sebagai operator terus melanjutkan pembangunan jaringan transmisi, distribusi, terutama untuk wilayah yang belum terlayani listriknya. Selain itu, kami melakukan pemasangan Home solar system di daerah-daerah yang sulit, terisolir, atau terpencil supaya rasio elektrifikasinya tercapai," ujar dia.

Selain itu, pemerintah juga telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan an Belanja Negara untuk penyambungan listrik ke rumah tangga kurang mampu sebesar Rp 6 triliun 2019.‎ "Nanti kita bagi-bagi (tiap daerahnya)," ujar dia.

Dia mencontohkan daerah yang sudah membantu biaya penyambungan adalah Probolinggo. Saat ini sudah 2.100 rumah yang biaya penyambungannya dibantu oleh Pemda Probolinggo. ***

Bagikan: