Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 19.8 ° C

Bank Dunia Ungkap Penyebab Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi Global 2019

Fani Ferdiansyah
ILUSTRASI pasar saham.*/REUTERS
ILUSTRASI pasar saham.*/REUTERS

WASHINGTON, (PR).- Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan melambat menjadi 2,9 persen pada 2019. Dalam laporan Prospek Ekonomi Global yang baru dirilis, Bank Dunia mengatakan bahwa prospek ekonomi global menjadi suram, karena kondisi-kondisi pembiayaan global semakin ketat, meningkatnya ketegangan perdagangan, serta beberapa negara emerging market dan negara berkembang besar mengalami tekanan signifikan di pasar keuangannya.

"Menghadapi headwinds ini, pemulihan di negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang telah kehilangan momentum," kata laporan Bank Dunia itu, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu 9 Januari 2019.

Bank Dunia juga memperkirakan ekonomi negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang tumbuh sebesar 4,2 persen pada 2019. Petumbuhan sebanyak 0,5 persen poin ini lebih rendah dari yang diproyeksikan sebelumnya pada Juni tahun lalu.

Laporan itu juga menyatakan, pertumbuhan di negara-negara maju diperkirakan melambat menjadi 2,0 persen pada 2019 dari 2,2 persen pada 2018, karena bank-bank sentral utama terus menarik kebijakan moneter akomodatif mereka.

"Risiko-risiko penurunan telah menjadi lebih akut dan termasuk kemungkinan pergerakan pasar keuangan yang tidak teratur dan eskalasi sengketa perdagangan," sebut laporan tersebut.

Laporan ini memperingatkan bahwa peningkatan ketegangan perdagangan dapat mengakibatkan pertumbuhan global lebih lemah dan mengganggu rantai nilai yang saling terhubung secara global.

Tulisan berjudul Prospek Ekonomi Global tersebut memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan melambat menjadi 6,2 persen pada 2019 dari 6,5 persen pada 2018. Penyebabnya karena penyeimbangan kembali domestik dan eksternal berlanjut.

"Pihak berwenang di Tiongkok telah bergeser ke melonggarkan kebijakan moneter dan fiskal dalam menanggapi lingkungan eksternal yang lebih menantang. Langkah-langkah kebijakan ini sebagian besar diharapkan untuk mengimbangi dampak negatif langsung dari kenaikan tarif pada ekspor Tiongkok," tulisnya.

Kemungkinan memburuk

Kepala Eksekutif (CEO) Bank Dunia, Kristalina Gerogieva berujar, pada awal 2018 ekonomi global bekerja atau berfungsi pada tingkat kinerja puncak, tetapi kehilangan kecepatan selama tahun ini. Ia menduga perjalanan ekonomi global bahkan bisa semakin memburuk di tahun mendatang.

"Ketika tantangan ekonomi dan keuangan meningkat untuk negara-negara emerging market dan berkembang, kemajuan dunia dalam mengurangi kemiskinan ekstrem dapat terancam," kata Kristalina.

Laporan Bank Dunia ini juga menyatakan, bahwa prioritas paling mendesak para pembuat kebijakan di negara-negara emerging market dan berkembang adalah bersiap menghadapi kemungkinan tekanan pasar keuangan, dan membangun kembali penyangga kebijakan ekonomi makro yang sesuai.***

Bagikan: