Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

2020, Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Terbesar ASEAN

Ai Rika Rachmawati
Ilustrasi.*/REUTERS
Ilustrasi.*/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Indonesia dipastikan akan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada 2020. Kendati masih banyak pedesaan dan pesisir pantai yang belum terjangkau jaringan infrastruktur broadband, tapi Indonesia memiliki kekuatan pasar yang besar.

Demikian diungkapkan Chief Digital Startup, E-commerce & Fintech (DEF) Sharing Vision yang juga Co Chief Executive Officer (Co-CEO) Bandung Initiative Movement (BIM), Nur Islami Javad (Jeff), di Bandung, Jumat, 4 Januari 2019. Menurut dia, salah satu pendorongnya adalah tingginya budaya konsumtif masyarakat Indonesia.

"Singapura memiliki ekosistem digital yang lebih lengkap dari Indonesia, tetapi dia tidak memiliki pasar dan tidak punya economic of scale," ujarnya.

Sementara Indonesia, dikatakan Jeff, memiliki populasi yang sangat besar, lebih dari 264 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar separuhnya adalah pengguna internet dan jumlahnya terus bertumbuh.

Data lembaga riset e-Marketer 2018 menyebutkan, dalam dua tahun terakhir jumlah pengguna internet di Indonesia merupakan yang terbesar kelima di dunia. Dengan jumlah pengguna internet sebanyak 123 juta pada 2018, Indonesia hanya kalah dari Cina, India, Amerika Serikat (AS), dan Brasil.

"Dari segi pertumbuhan pengguna internet, Indonesia juga memang masih kalah dari Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Akan tetapi, penggunaan internet harian Indonesia merupakan salah yang yang tertinggi di ASEAN," kata Jeff.

Dalam kategori waktu penggunaan internet, Indonesia berada di peringkat ketiga ASEAN, setelah Thailand dan Filipina. Kekuatan utama Indonesia, menurut Jeff, ada pada penggunaan intenet mobile.

"Dalam penggunaan internet mobile, Indonesia berada pada peringkat ketiga dunia, di bawah Thailand dan Brasil," ujar Jeff.

Ia menambahkan, saat ini Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan jumlah unicorn terbesar di ASEAN. Indonesia juga menjadi negara dengan pertumbuhan pasar e-commerce terbesar dan tercepat di ASEAN.

Berdasarkan data Google dan Temasek 2018, kapasitas pasar e-commerce Indonesia mencapai 12 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Sementara prediksi Sharing Vision menyebutkan, pada 2020 pasar e-commerce Indonesia akan mencapai Rp 1.500 triliun.

"Dengan kondisi ini, Indonesia bisa dipastikan akan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada 2020. Akan tetapi, untuk skala Asia masih jauh karena masih ada Cina, Jepang, juga India," kata Jeff.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan Indonesia untuk menjadi negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Dengan target tersebut, go digital menjadi kampanye yang kerap digaungkan dalam beberapa tahun terakhir.

Ilustrasi/CANVA

Infrastruktur

Kendati dipastikan bisa menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada 2020, namun menurut Jeff, Indonesia masih harus menggenjot infrastruktur digital, khususnya jaringan broadband. Ia menilai, hingga saat ini masih banyak desa dan pesisir di daerah terpencil yang belum terjangkau infrastruktuk broadband.

"Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Untuk operator seluler, sejauh ini jangkauan Telkomsel di pelosok masih yang terluas," ujar Jeff.

Ia mengaku yakin, jika jangkauan infrastruktur digital semakin masif, target Indonesia unruk menjadi pemimpin ekonomi digital ASEAN sulit terkalahkan. Apalagi ditunjang dengan populasi dan jumlah pengguna internet yang terbesar di ASEAN.

General Manager Sales Regional Jawa Barat (Jabar) Telkomsel, Agustiyono, juga mengatakan bahwa jaringan broadband merupakan tulang punggung bagi perkembangan ekonomi digital. Keberadaan jaringan broadband hingga ke pelosok, menurut dia, menjadi akselerator untuk meningkatkan penetrasi ekonomi digital Indonesia.

"Itulah mengapa kami terus melakukan pembangunan jaringan infrastruktur hingga ke pelosok. Bukan hanya membangun jaringan, kami juga membangun digital center di sejumlah pedesaan untuk meningkatkan angka melek internet baik," tuturnya.

Dengan upaya tersebut, menurut dia, pihaknya turut membantu pemerintah dalah merealisasikan target untuk menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN. Sama seperti halnya Jeff, kendati belum semua masyarakat Indonesia melek intenet dan belum semua pelosok terjangkau broadband, target Indonesia menjadi kekuatan ekonomi digital 2020 akan tercapai.

"Pencapaian target ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga membutuhkan sokongan semua pihak, termasuk entitas bisnis di Indonesia," tuturnya.***

Bagikan: