Pikiran Rakyat
USD Jual 14.240,00 Beli 13.940,00 | Sedikit awan, 23.6 ° C

Di Peresmian Kantor Riset dan Pengembangan, Ridwan Kamil Tantang Bukalapak

Asep Budiman
ASEP BUDIMAN/PR
ASEP BUDIMAN/PR

BANDUNG, (PR).- Bukalapak secara secara resmi membuka kantor Riset dan Pengembangan Bukalapak di kawasan Dago, Kota Bandung. Selain meresmikan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menantang Bukalapak untuk mengangkat UKM di perdesaan.

Bukalapak sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia berkomitmen terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif. Hampir sembilan tahun ada di tengah-tengah masyarakat Indonesia, Bukalapak telah berkembang menjadi lebih dari sekadar marketplace dan hadir memberikan berbagai kemudahan serta solusi melalui pemanfaatan teknologi. 

Peresmian kantor riset dan pengembangan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penandatanganan nota kerja sama dilakukan oleh Fajrin Rasyid selaku Co-Founder and President Bukalapak dan Gubernur Provinsi Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil sebagai langkah nyata dalam mewujudkan komitmennya di Jabar. 

Fajrin Rasyid mengatakan, sejak pertama kali didirikan pada tahun 2010, Bukalapak telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hingga saat ini , Bukalapak memiliki berbagai fitur dan mulai membangun ekosistem warung digital.

Perkembangan tersebut, kata Fajrin, dikelola guna terus memajukan industri UMKM Indonesia melalui pelayanan terbaik dan pengalaman berbelanja yang nyaman. Berangkat dari semangat itulah, dia memutuskan untuk membangun kantor baru di Bandung yang didedikasikan khusus untuk riset dan pengembangan. 

"Akan ada banyak sekali inovasi dan terobosan baru yang kami harapkan dari kantor riset dan pengembangan ini, salah satunya produk pelayanan publik yang kami tanda tangani hari ini dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ucapnya saat konferensi pers di kantor Riset dan Pengembangan Bukalapak, Jalan Juanda, Kota Bandung, Jumat 14 Desember 2018.

Dia menjelaskan, kantor Riset dan Pengembangan Bukalapak ini diharapkan akan turut membangun ekosistem startup tech dan product di Bandung. Kantor ini juga bisa menjadi wadah dan sarana untuk berbagi ilmu dengan komunitas sekitar guna menciptakan ekosistem digital yang semakin maju. 

Hadirnya kantor riset dan pengembangan Bukalapak di Bandung disambut hangat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang juga diikuti oleh agenda penandatanganan nota kerja sama antara Bukalapak dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Adapun beberapa fokus kerja sama yang disepakati antara lain, peningkatan pelayanan publik di Jawa Barat, promosi potensi pariwisata daerah, dan pembinaan UMKM Jawa Barat melalui pemanfaatan teknologi. 

Salah satunya dengan penyediaan BukaBike, sebuah layanan peminjaman sepeda berteknologi tinggi dari aplikasi Bukalapak. BukaBike merupakan generasi baru bike-sharing tanpa menggunakan sistem docking, melainkan sistem QR code yang dilengkapi dengan smart lock dan solar panel technology.

BukaBike akan beroperasi bagi civitas academica Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dapat digunakan secara gratis sebagai sarana transportasi praktis dan ramah lingkungan untuk membantu mobilitas di lingkungan kampus. Fitur BukaBike dapat diakses melalui aplikasi Bukalapak, baik Android maupun iOS.

 

Tantangan Ridwan Kamil

Sementara itu, Ridwan Kamil meminta Bukalapak agar memberikan solusi usaha kecil dan menengah di perdesaan Jawa Barat. Jabar mewakili wajah Indonesia. Semua problem perkotaan dan perdesaan, termasuk problem milenial tecermin di Jabar.

Menurut dia, potensi sumber daya bernilai ekonomi relatif besar. Hanya, kendala akses marketing dan  pengiriman membuat mereka sulit berkembang.

"Saya menantang riset dan pengembangan Bukalapak,  bisa ga nolongin. Banyak produk desa yang potensial, tapi sulit  delivery-nya. Gimana caranya saya bisa menjuak lele dari Indramayu ke Bandung, Jakarta, dan ke mana-mana?" ujar Emil sapaan akrabnya.

Selanjutnya, Emil menantang agar berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pelayanan publik. Dia menilai dimensi digital bukan hanya e-commerce, tetapi juga bisa merambah ke pelayanan publik.

Emil berharap agar pembayaran pajak dan transaksi yang terkait pelayanan publik bisa melalui Bukalapak. "Tantang dalam 6 bulan, apakah Bukalapk bisa kasih solusi untuk pelayanan publik. Apa pun bentuknya transaksi titipkan saja ke Bukalapak," ucapnya.

Fajrin Rasyid mengaku siap menjawab tantangan Ridwan Kamil. Dia menyatakan sudah memikirkan hal tersebut berikut solusinya. Untuk itu, pihaknya akan mengajak pihak-pihak terkait untuk merealisasikanya.

"Sudah mulai terpikir solusinya. Kata kuncinya adalah kolaborasi," kata Fajrin.***

Bagikan: