Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Aplikasi Proposal Ruang Kreatif ke Bekraf Ditutup Akhir Februari 2019

Ai Rika Rachmawati
Kepala Bekraf Triawan Munaf/ANTARA FOTO
Kepala Bekraf Triawan Munaf/ANTARA FOTO

BANDUNG, (PR).- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sudah membuka pendaftaran proposal Bantuan Pemerintah (Banper) Bekraf 2019 sejak 1 Desember lalu. Pendaftaran dibuka melalui situs banper.bekraf.go.id sampai 28 Februari 2019 pukul 23:59.

Kepala Bekraf, Triawan Munaf, mengatakan, bantuan tersebut digulirkan karena saat ini masih banyak fasilitas ekonomi kreatif yang kurang lengkap, khususnya di daerah. Kondisi tersebut, menurut dia, mengurangi antusiasme dari pelaku kreatif di daerah.

"Begitu bantuan digulirkan, pusat kreatif di daerah langsung menjelma menjadi tempat yang hidup bagi para pelaku kreatif,” tuturnya, melalui siaran pers yang diterima "PR", Kamis 13 Desember 2018.

Tahun ini Bekraf sudah merevitalisasi 11 ruang kreatif serta lebih dari 2.800 jenis sarana dan 635 jenis sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Total bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp 42 miliar.

Program tersebut telah dilakukan sejak 2017 dan sudah berhasil merevitalisasi sebanyak 35 ruang kreatif, lebih dari 10.000 jenis sarana, dan lebih dari 1.500 sarana TIK. Total penerima Banper 2017 mencapai 92, yang tersebar dari Sabang sampai Raja Ampat.

Selasa kemarin Bekraf batu saja menyerahkan secara simbolis bantuan bagi 47 penerima 2018 di Upper Room, Annex Building, Jakarta Pusat. Penyerahan bantuan tersebut merupakan akhir dari proses Banper Bekraf 2018 yang telah dilaksanakan sejak Maret.

"Banper merupakan program pemberian bantuan dalam bentuk barang dan bersifat stimulan, bukan bersifat hibah maupun bantuan sosial," kata Triawan.

"Banper terdiri dari tiga paket, antara lain: revitalisasi ruang kreatif, sarana ruang kreatif, dan sarana TIK," ujarnya.

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, mengatakan, pengguliran Benkraf tidak terlepas dari vitalnya fungsi infrastruktur bagi pengembangan ekonomi kreatif. “Infrastruktur merupakan salah satu kunci utama dalam persaingan kreativitas dan pertumbuhan ekonomi," ujar Hari.***

Tags
Bagikan: