Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 19.2 ° C

Sudahkah Anda Menukar Empat Pecahan Uang Rupiah yang Sebentar Lagi Tak Berlaku?

Abdul Muhaemin
Bank Indonesia (BI) telah resmi meminta masyarakat yang masih memiliki empat pecahan uang rupiah lama tahun emisi 1998 dan 1999 untuk menukarkan uang lama tersebut paling lambat pada 30 Desember 2018.

Empat pecahan uang rupiah lama tersebut, pertama pecahan Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Tjut Njak Dhien),

Kedua, Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hadjar Dewantara),

Ketiga, Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman), dan

Keempat, Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta).

Berdasarkan rilis Bank Indonesia, empat pecahan uang rupiah lama telah resmi dicabut dan ditarik dari Peraturan Bank Indonesia No.10/33/PBI/2008 yang terbit pada 25 November 2008 dan berlaku pada 31 Desember 2008. Sejak 31 Desember 2008, empat pecahan uang rupiah lama itu sudah tidak berlaku.

Bank Sentral memberikan jangka waktu agar masyarakat dapat menukarkan uang tersebut selama 10 tahun sejak uang tersebut resmi ditarik dan dicabut pada 31 Desember 2008 hingga 31 Desember 2018.

"Bagi masyarakat yang masih memiliki uang pecahan emisi tersebut, dapat melakukan penukaran di seluruh kantor Bank Indonesia hingga 30 Desember 2018. Bank Indonesia membuka layanan penukaran sampai dengan 30 Desember 2018, termasuk layanan khusus pada 29-30 Desember 2018," tulis Bank Indonesia.

Setelah 31 Desember 2018 atau 10 tahun masa penukaran, masyarakat tidak dapat lagi melakukan penukaran uang pecahan lama. Sehingga masyarakat diharapkan bisa menukarkan empat pecahan uang rupiah lama tersebut ke seluruh Bank Indonesia yang tersebar di berbagai kota.

Dalam rilisnya tersebut Bank Indonesia secara berkala melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Lantaran ada berbagai pertimbangan seperti masa edar uang dan unsur pengaman yang terdapat dalam pecahan rupiah baru.

“Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar uang, adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang kertas,” tulis Bank Indonesia.***
Bagikan: