Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Umumnya berawan, 27.9 ° C

Menteri Airlangga Resmikan Pabrik Karet Sintetis Pertama di Indonesia

Tia Dwitiani Komalasari

CILEGON, (PR).- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto‎ meresmikan pabrik karet sintetis pertama di Indonesia. Dengan diresmikanya pabrik ini, Indonesia telah memiliki seluruh bahan baku pembuatan ban.

Pabrik karet sintetis PT Synthetic‎ Rubber Indonesia (SRI) merupakan perusahaan gabungan hasil kerja sama Michelin dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Pabrik ini memproduksi Polybutadiene Rubber dan Solution Styrene Butadiene Rubber. 

Airlangga mengatakan investasi pabrik ini merupakan salah satu perusahaan pertama yang menerima insentif tax holiday. Sebab pabrik ini tergolong dalam perusahaan perintis. "Ini buktikan Indonesia punya daya tarik investasi. Ini pabrik ke tiga bagi Michelin sesudah Perancis, Amerika Serikat, lalu Indonesia,"ujar dia saat peresmian pabrik PT SRI di Cilegon, Banten, Kamis 29 November 2018.

Menurut dia, pabrik dengan kapasitas 120 ribu ton per tahun ini  ini didirikan dengan investasi sejumlah 435 juta Dolar AS. Seluruh produksi pertama pabrik ini akan diekspor dengan nilai sekitar 250 juta Dolar AS.

Menurut Airlangga, pabrik ini melengkapi selluurh bahan pembuatan ban di Indonesia. Dia berharap elanjutnya akan lebih banyak investasi pabrik ban di Indonesia. ‎" Kita sudah punya kareta alam, kareta sintentis, carbon black, dan silica," ujar dia.

Airlangga menambahkan, pabrik ini juga didirikan dengan teknologi mengunakan konsep 4.0. Meskipun demikian, sebagian besar sumber daya manusia yang bekerja di pabrik ini merupakan orang Indonesia. Dengan demikian, diharapkan ada transfer teknologi yang didapatkan oleh sumber daya manusia di Indonesia.

Michelin Group General Managing Partner , Florent Menegaux, mengatakan ada tiga alasan mengapa perusahannya melakukan ekspansi di Indonesia. Alasan pertama adalah Indonesia memiliki kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. Pihaknya telah mengirimkan sepertiga pekerja PT SRI untuk belajar ke pabrik Michelin yang ada di Perancis dan Amerika Serikat untuk mempelajari teknologi yang digunakan.

Sementara alasan kedua adalah Indonesia merupakan negara demokrasi yang stabil. Hal ini penting mengingat pihaknya telah melakukan investasi untuk pembangunan pabrik ini. Alasan ketiga yaitu Indonesia sangat terbuka untuk bisnis dan investasi.

Direktur PT Chandra Asri Petrochemical, Suryandi, mengatakan pabriknya mendapatkan insentif tax holiday dari pemerintah selama lima plus dua tahun. "Kami mendapatkan tax holiday ‎sebesar 50 persen," ujar dia.

Menurut Suryandi, kebijakan ini sangat membantu Pembiayan bagi perusahaan yang baru saja berdiri karena jumlah pajak yang diberikan lebih rendah. "Kami bisa dibilang merupakan perusahaan pertama yang mendapatkan insentif ini," ujar dia. ***

Bagikan: