Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

FlexiPai dari Royole, Smartphone Layar Lipat Pertama di Dunia

Asep Budiman

RUMOR telefon pintar yang dapat dilipat telah beredar sejak 2015 setelah Samsung dan LG men­cetuskan rencana ambisius mereka. Akhir pekan lalu, Huawei juga mengonfirmasi akan membuat telefon lipat dengan membenamkan teknologi 5G tahun depan.

Sayangnya, bukan produsen besar yang lebih du­lu meluncurkan telefon lipat. Ternyata, perusahaan Tiongkok bernama Royole yang meluncur­kan smartphone lipat pertama di dunia yang di­sebut FlexPai pada acara di Beijing beberapa hari lalu.

Meskipun menjadi yang pertama selalu penting, apa yang sebenarnya ditawarkan perangkat itu? FlexPai memiliki bentang layar 7,8 inci bertekno­logi Amoled dengan resolusi 1.920 x 1.440.

Ponsel lipat ini dapat menekuk dari 0 hingga 180 de­rajat dan pabrikan mengklaim dapat menahan lebih dari 200.000 tekukan.

Saat dilipat, layar menyusut menjadi ukuran yang jauh lebih kecil 4 inci. Menurut Royole, pengguna juga dapat mengopera­sikan layar terpi­sah ini berkat sistem operasi Water OS yang dirancang khusus untuk perangkat yang dapat di­lipat. Hal ini membuat rasio aspek smartphone menjadi 4:3, 16:9, dan 18:9 bergantung pada apakah perangkat dilipat atau tidak.

Ada juga pilihan untuk menampilkan panggilan masuk dan pemberitahuan di layar tepi (flip). Tam­paknya dengan FlexPai, Royole tidak hanya ingin memamerkan desain fleksibel inovatif me­reka, tetapi bersaing ­dengan smartphone saat ini dalam hal spesifikasi juga.

Salah satu tren yang tidak mereka ikuti adalah tren kamera ganda yang telah kita lihat dengan Samsung A9 dan Honor Magic 2. FlexPai me­mi­lih dua sensor, yaitu kamera 16 MP wide-angle dan kamera 20 MP telephoto yang dapat me­nang­kap gambar pada sudut yang unik berkat desain lipatnya.

Smartphone Royole juga di­kabarkan akan di­lengkapi chipset terbaru Snapdragon (Snapdragon 855, juga dikenal sebagai 8150). Jika de­sas-desus itu benar, FlexPai akan menjadi perangkat pertama bertenaga prosesor 2,8 GHz octa-core.

Dalam hal RAM dan penyimpanan, 8 GB RAM dan penyimpanan 256 GB yang dapat lebih diperluas dengan kartu microSD. Ponsel ini juga sudah menggunakan Android 9 Pie. Kendati spesifika­si­nya cukup mengesankan di atas kertas, kinerjanya masih perlu diuji.

Perangkat ini mungkin terlihat cukup kecil ke­tika dilipat, tetapi sayangnya tidak terlalu ergo­no­mis. Tinggi 134 mm, lebar 190 mm, dan ke­dalaman 7,6 mm. Ini terlihat besar ketika dilipat. Beratnya 320 gram, lebih berat daripada Samsung Note 9 yang hanya 201 gram. Harganya mulai dari 1.200 dolar AS (RAM 6 GB dan internal 128 GB).

Untuk saat ini, perangkat tersebut hanya akan dijual di Tiongkok melalui penjualan flash dan belum ada keterangan resmi tentang ketersedia­an di wilayah lain.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa Sam­sung akan mengungkap telefon pintar lipat pekan ini untuk mengumpulkan umpan balik awal dari pengembang dan masyarakat. Ditenga­rai, telefon lipat Samsung memiliki konsep yang benar-benar baru dalam hal desain dan pengalaman pengguna.

Samsung berharap layar lipat bisa memperkuat daya saingnya. Pasalnya, pangsa pasar smartphone global Samsung kehilangan sekitar 13% pa­da kuartal III 2018 dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Kinerja lini produk­nya yang terbaru tidak mampu bersaing dengan Huawei dan Xiaomi.

Tahun 2019 juga menandai ulang tahun ke-10 dari smartphone Samsung Galaxy. Oleh karena itu, akan menjadi momen yang tepat bagi Samsung untuk mengungkap desain yang berbeda.***

Bagikan: