Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Sebagian berawan, 15.5 ° C

Permintaan Apartemen di Bandung Terus Menanjak

Ai Rika Rachmawati
Pembangunan salah satu apartemen.*
Pembangunan salah satu apartemen.*
BANDUNG, (PR).- Permintaan hunian vertikal (apartemen) di Kota Bandung terus menanjak. Hal itu seiring dengan kian mahalnya harga tanah yang berkorelasi dengan semakin tingginya harga rumah tapak.

Demikian diungkapkan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Wika) Realty Tbk., Agung Salladin, di Bandung, Sabtu 4 November 2018. Seperti diketahui, saat ini di Kota Bandung semakin banyak dibangun hunian vertikal.

"Dengan semakin mahalnya harga rumah tapak, pilihannya adalah ke atas," katanya.

Permintaan tersebut, menurut dia, juga ditunjang gaya hidup kaum milenial. Selain faktor tren, kepraktisan yang ditawarkan apartemen juga membuat semakin banyak kaum milenial yang memilih apartemen sebagai tempat tinggal.

Terus menanjaknya permintaan hunian vertikal, menurut dia, salah satunya juga terlihat dari pemesanan unit Apartemen Tamansari Kencana. Ia mengatakan, hingga saat ini 80% dari tower pertama sudah dipesan.

Apartemen Taman Sari Kencana adalah hunian vertikal besutan Wika Realty yang akan dibangun di Jln. Terusan Jakarta, Antapani, di Bandung Timur. Hunian vertikal tersebut akan dibangun di atas lahan 1,5 hektar (ha).

"Apartemen ini terdiri dari tiga tower dengan 1.614 unit," katanya.

Ia menuturkan bahwa apartemen tersebut dibangun dengan mengusung konsep lagoon. Dalamnya arsitektuenya diintegrasikan antara elemen air dan vegetasi, menghadirkan serenity of urban
living.

Sebelumnya Wika Realty sudah membangun sejumlah apartemen di Kota Bandung. Beberapa diantaranya adalah Apartemen dan Condotel La Grande serta Apartemen Tamansari Panoramic.

Beberapa waktu lalu Kepala Group Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat (Jabar), Ismet Inono, pernah mengatakan bahwa permintaan apartemen dan perkantoran di Bandung meningkat. Bahkan, tingginya permintaan terhadap segmen apartemen dan perkantoran mendorong naiknya harga properti komersial.

Pada kuartal I/2018 Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) tumbuh 0,38% (yoy). Pertumbuhan harga yang lebih tinggi, khususnya terjadi pada segmen ritel dan apartemen, dipicu peningkatan permintaan kedua segmen tersebut.

Secara umum sektor properti di Jabar pada kuartal I/2018 mengalami pertumbuhan 5,89% (year on year/yoy). Kondisi tersebut, menurut dia, tercermin dari kenaikan harga properti residensial pada periode tersebut.

"Pertumbuhan sektor properti terjadi pada seluruh tipe rumah, yaitu kecil, menengah, dan besar. Masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 6,06% (yoy), 6,77% (yoy), dan 4,82% (yoy)," ujarnya, Mei lalu.***
Bagikan: