Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan, 21.6 ° C

BBM Premium Naik Jadi Rp 7.000, Pertamax Tembus Rp 10.400 per Liter

Gita Pratiwi (error)
PETUGAS SPBU melayani konsumen di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa 10 Oktober 2018. Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi di seluruh Indonesia.*
PETUGAS SPBU melayani konsumen di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa 10 Oktober 2018. Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi di seluruh Indonesia.*

NUSA DUA, (PR).- Pemerintah menaikkan harga BBM jenis premium mulai 10 Oktober 2018 menjadi Rp7.000 per liter. Harga jual BBM Premium naik di Jawa, Madura, dan Bali. Di luar tiga daerah tersebut Premium dijual Rp 6.900 per liter

Demikian kata Menteri ESDM Ignasius Jonan di Nusa Dua, Bali, dilansir Antara, Rabu 10 Oktober 2018 sore.

Pada siang hari WIB, PT. Pertamina (Persero) lebih dulu mengumumkan penyesuaian harga BBM di SPBU, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO.

"Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800 per liter.” Demikian dikutip dari laman Pertamina pada pukul 11.00 WIB.

Pertamina mengklaim harga jual BBM Premium naik ini masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain. Harga yang ditetapkan untuk wilayah lainnya bisa tertera di laman Pertamina.

Daerah bencana harga BBM Premium normal



Khusus untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah sementara ini harga tidak naik.

Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik.

Saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar per barel. Penetapan Premium naik dan BBM lainnya mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

"Penyesuaian harga BBM ini merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. Di mana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar per barel," ujar Unit Manager Communication & CSR Jatimbalinus Rifky Rakhman Yusuf yang diawancara Antara terkait harga Premium naik.***

Bagikan: