Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

Disebut Boros, Anggaran Pertemuan IMF WB Sudah Disetujui DPR

Tia Dwitiani Komalasari
STAF Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro (kiri) mengamati salah satu maket produk pesawat buatan PT Dirgantara ketika meninjau pameran di Pavilion Indonesia di area penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Senin 6 Oktober 2018.*
STAF Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro (kiri) mengamati salah satu maket produk pesawat buatan PT Dirgantara ketika meninjau pameran di Pavilion Indonesia di area penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Senin 6 Oktober 2018.*

NUSA DUA, (PR).- Penyelenggaraan Pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank di Bali dikritik beberapa kalnagan karena idnilai terlalu boros dan lebih baik dialihkan untuk korban bencana Lombok dan Palu. Meskipun demikian, panitia mengatakan jika anggaran tersebut sudah disetujui DPR.

Juru Bicara Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (UKPTI), Peter Jacobs menjelaskan banyak hal yang bisa dibicarakan dibandingkan anggaran. 

"Sudah lah, kan di sini banyak yang bisa dibahas. Kalau soal biaya kan kita sudah sejak awal dan lama membicarakan, tidak ada yang mewah-mewah," kata Peter di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Senin 8 Oktober 2018.

Dia mengatakan, panitia nasional sudah melakukan penghematan dalam penggunaan anggaran acara ini. Hal ini dilakukan karena Indonesia berusaha menjadi tuan rumah yang baik karena kedatangan tamu dari 189 negara.

Peter mengungkapkan terkait anggaran sudah disetujui oleh semua pihak termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Anggaran ini sudah diketahui semua pihak, mereka (DPR) sudah menyetujui dan dijelaskan sejak lama oleh Pak Luhut, saya rasa dia sudah menjelaskan secara clear anggarannya akan dipakai untuk apa saja, jadi untuk anggaran enough ya," ujar dia.

Seperti diketahui, pemerintah menganggarkan anggaran IMF-WB 2018 sebesar Rp 855 miliar yang sebagian dari APBN 2017 dan 2018. Anggaran tersebut juga ada yang berasal dari Bank Indonesia (BI).

Jika dirinci, Kementerian Keuangan menganggarkan Rp 672,59 miliar, sisanya Rp 137 miliar dari BI. Adapun, anggaran yang sudah terpakai saat ini sebesar Rp 566 miliar.***

Bagikan: