Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Biaya Umrah Naik Akibat Pelemahan Rupiah, namun Tetap Diminati

Tia Dwitiani Komalasari

JAKARTA, (PR).- Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mempengaruhi biaya umrah. Meskipun demikian, hal itu tidak mempengaruhi minat masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah tersebut.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia, Joko Asmoro, mengatakan jumlah peserta Umrah Indonesia tetap naik signifkan dibandingkan sebelumnya yaitu sebesar 17 persen. Pada tahun 2017, jumlah peserta Umrah Indonesia mencapai 876 ribu orang.

Sementara tahun ini jumlah pelaksana asal Indonesia yang berangkat Umrah mencapai satu juta lebih. ‎Jumlah pelaksana tersebut merupakan kedua terbesar etelah Pakistan.

"Pasti ada pengaruhnya (pelemahan Rupiah), namun niat jemaah untuk melakukan ibadah lebih besar. Saya optimis jemaah umrah tahun depan masih meningkat," ujar dia saat konferensi pers BNI Syariah Internantion Islamic Expo 2018 di Jakarta, Rabu  12 September 2018.

Meskipun demikian, menurut Joko, kenaikan biaya umrah akibat pelemahan Rupiah tidak terllau signifikan yaitu di bawah lima persen. 

Kenaikan biaya umrah tahun ini justru lebih disebabkan karena diterapkannya pajak umrah sebesar lima persen dan pajak akomodasi bintang lima dan empat sebesar 5 persen.

"Sebelumnya pajak tersebut itu tidak ada, kini ditetapkan masing-masing lima persen mulai akhir tahun lalu," ujar dia.

Wisata halal



Sementara itu Direktur Bisnis Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, mengatakan ‎antusiasme masyarakat sangat besar untuk melakukan ibadah umrah, haji, dan wisata muslim ke berbagai negara. Hal itu salah satunya tercermin dari total dana tabungan BNI Baitullah iB Hasana yang telah melebihi target tahun ini pada Agustus 2018. 

Sebelumnya BNI Syariah menargetkan total dana tabungan tersebut terkumpul hingga Rp 1,5 triliun hingga Desember 2018. Namun per Agustus 2018 jumlahnya telah mencapai 105 persen dari 564.700 akun. Sementara realisasi perolehan dana tahun 2017 sebesar 500 ribu akun dengan dana Rp 1,28 triliun.

Meskipun telah melampaui target, dia mengatakan, BNI Syariah terus menggelar kampanye haji dan umrah dengan melakukan promosi kegiatan baik secara nasional maupun lokal. Salah satu dari penyelenggaraan event nasional ini adalah BNI Syariah Internation Islamic Expo 2018.

"Kami mendukung pengembangan bisnis haji dan umrah dengan kemudahan akses kepada masyarakat dalam beribadah haji dan umrah serta melakukan wisata halal. Dengan terselenggaranya BNI Syariah International Expo 2018, kami berharap dapat mempertemukan para stakeholder dari negara-negara tujuan wisata muslim di dalam satu kegiatan pameran yang bertaraf internasional serta mengedukasi masyarakat mengenai perjalanan haji dan umrah," ujar dia.

Dhias menambahkan, pihaknya menargetkan transaksi di event ini bisa mencapai Rp 50-60 miliar. "Transaksi itu berasal dari kredit pinjaman Rp 40 miliar dan garansi bank Rp 10 miliar," ujar dia.***

Bagikan: