Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Sebagian berawan, 20.4 ° C

Kendalikan Harga, Bulog Gelontorkan Beras Cadangan

Tia Dwitiani Komalasari

JAKARTA, (PR).- Perusahaan Umum Bulog melakukan intervensi pasar secara serentak di seluruh Indonesia dengan menyalurkan beras cadangan pemerintah ke masyarakat. Meskipun‎ demikian hingga saat ini, penyerapan beras dari operasi pasar tersebut masih sangat rendah.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya menyiapkan 15 ribu ton cadangan beras pemerintah setiap harinya. Namun jumlah tersebut‎ tidak terserap semuanya. "Kita berharap bisa terserap 15 ribu ton setiap harinya. Namun jika yang dibutuhkan masyarakat hanya seribu ya harus bagaimana?"ujar pria yang akrab disapa Buwas ini saat meluncurkan Kegiatan Ketersediaan Pasokan ddan Stabilisasi Harga Pangan di Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

Menurut Buwas, minimnya penyerapan hasil operasi pasar tersebut menunjukan bahwa masyarakat masih ‎banyak membeli beras yang ada di pasar. Namun Bulog tetap akan siaga menyediakan cadangan beras pemerintah sebesar 15 ribu ton setiap harinya.

Dia mengatakan, ‎kegiatan ini sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya. Namun kali ini dilakukan lebih masif wilayah yang ada di Indonesia. Hal itu sesuai dengan instruksi presiden yang mengatakan ada peningkatan harga beras medium di masyarakat.

‎Buwas mengakui ada peningkatan harga gabah akibat saat ini sudah masuk ke musim kering. Hal itu juga mengakibatkan penyerapan hasil panen yang dilakukan Bulog berkurang drastis. "Jadi yang dulunya bisa 11 ribu ton bahkan pernah 23 ribu ton per hari, kini penyerapannya tingal 4 ribu sampai 5 ribu ton per hari,"ujar dia.

Meskipun demikian, Buwas mengatakan, Bulog Siap melakukan intervensi pasar.‎ Sebab cadangan beras pemerintah yang ada di gudang BULOG mencapai 2,6 juta ton. Jumlah tersebut bahkan melebihi kapasitas gudang Bulog.

"Kami malah senang jika disuruh menyalurkan beras, karena gudang kami penuh. Bulog bahkan sampai meminta bantuan TNI dan Polri untuk menitipkan beras di gudang mereka,"ujar dia.

Serapan petani lokal



Dia mengatakan, ‎cadangan beras pemerintah tersbeut berasal dari serapan petani lokal dan sisa beras impor. Meskipun sudah penuh, Bulog tetap akan menyerap hasil gabah panen petani sebanyak-banyaknya. 

‎Buwas menegaskan, dirinya menjamin bahwa kualitas beras Bulog tetap terjaga mutunya. Bulog juga menjual beras medium tersebut di bawah Harga Eceran Tetap yaitu Rp 8.750 per kg. Namun bagi masyarakat yang datang langsung ke gudang Bulog bisa mendapatkan harga Rp 8.100 per kg.

Selain stabilisasi harga, Bulog atas permintaan Kementrian Sosial juga mempercepat penyaluran bantuan sosial beras sejahtera. Penyaluran bantuan sosial tersebut dialokasikan untuk tiga bulan yang akan dislaurkan sekaligus pada September 2019. Sementara alokasi untuk Desember 2018-Februari 2019 disalurkan pada Desember 2018.

Berdasarkan Surat Kementrian Perdagangan tanggal 31 Agustus 2018, perkembangan harga beras mengalami kenaikan 0,11 persen dari minggu ke-3 ke minggu ke -4 bulan Agustus 2018. "Kami terus memantau perkembangan harga pangan pokok khususnya beras setiap hari supaya intervensi pasar dapat segera kami lakukan,"ujar Buwas.***

Bagikan: