Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 26.7 ° C

Bisnis Startup Digital Menarik Investasi

REVOLUSI 4.0 yang semakin kencang bergaung di ­Indonesia, mau tidak mau harus membuka ­mata ­seluruh pelaku industri untuk bergerak mengikuti perkembangan zaman. Konsep ­Revolusi Industri 4.0 yang diperkenalkan pertama kalinya oleh Profesor Klaus Schwab. Seorang ekonom asal Jerman itu menulis dalam bukunya, konsep The Fourth Industrial Revolution telah mengubah hidup dan kerja manusia. Di era ­industri 4.0 yang ditandai dengan sistem ­­cyber-physical, industri mulai bersentuhan dengan dunia ­virtual, teknologi cloud , big data berbentuk ­konektivitas manusia, mesin dan data, yang kita kenal dengan internet of things (IOT).

Dengan IOT maka tidak dapat dimungkiri pengguna internet akan ­semakin berkembang pesat. Selain itu daya beli masyarakat juga terus meningkat seiring dengan naiknya pendapatan perkapita masyarakat Indonesia yang mau tidak mau mempengaruhi perkembangan industri digital. Makin banyak orang yang melihat internet sebagai peluang baru untuk memulai bisnisnya. Hal ini merupakan peluang untuk mendirikan bisnis startup. Pada saat ini dalam hitungan bulan bahkan hari bermuncul­an banyak para founder startup di Indonesia. 

Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan empat langkah strategis untuk mengimplementasikan teknologi Revolusi Industri Ke-4. Pertama, dengan mendorong angkatan kerja Indonesia untuk meng­integrasikan internet dengan proses produksi, yakni meningkatkan penggunaan internet of things (IOT). ­Kedua, pengimplementasian program e-smart IKM. Melalui program ini diharapkan adanya peningkatan daya saing industri kecil menengah agar mampu me­nembus pasar ekspor. Ketiga, mengayomi industri nasional untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses produksinya, seperti big data, augmented reality, cyber security, autonomous robots, dll. Keempat, Pemerintah Indonesia mendorong wirausaha berbasis teknologi dengan memfasilitasi tempat inkubasi bisnis. 

Startup sebagai bisnis berbasis teknologi, banyak berjamuran tumbuh dan berkembang melalui program inkubator bisnis. Dengan prinsip inkubasi bisnis ­startup akan melalui proses pembinaan, pen­dampingan dan pengembangan usaha hingga dapat mandiri/spin off. 

Sebuah ekosistem bisnis akan terbangun melalui program inkubasi bisnis akan membuat semakin tumbuh berkembangnya para startup . Hal ini akan berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja baru, terciptanya inovasi dan kreativitas yang dihasilkan oleh para pelaku bisnis startup di Indonesia. 

 

Bisnis mandiri



Berbagai rangkaian program disipakan dalam ­Inkubator bisnis termasuk di dalamnya bantuan permodalan untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usahanya. Keberhasilan program inkubasi bisnis akan membawa startup menjadi bisnis yang mandiri/spin off, tetapi hal ini membutuhkan adanya kerja sama berbagai stakeholder dan bukan hanya inkubator bisnis saja. 

Dengan semakin bermunculannya startup di Indonesia maka menumbuh kembangkan juga kehadiran inkubator bisnis di Indonesia. Inkubator yang tumbuh di Indonesia juga turut menghasilkan beberapa technopark di berbagai wilayah di Indonesia. Kawasan technopark penting menjadi sebuah kawasan yang mengembang­kan knowledge based economy bagi para startup tumbuh dan berkembang. Beberapa technopark yang berkembang adalah Bandung Techno Park (Bandung), TohpaTI Center (Denpasar), Incubator Business Center Semarang (Semarang), Makassar Techno Park-Rumah Software Indonesia (Makassar), dll.

BTP (Bandung Techno Park) sebagai salah satu inkubator bisnis yang berada di kota Bandung merupakan lembaga yang menjadi motor pendorong tumbuhnya ekonomi berbasis hasil inovasi, khususnya dibidang ICT. Dalam mewujudkan hal tersebut, Bandung Techno Park berperan aktif dalam menghasilkan produk inovasi berkelanjutan yang berbasis teknologi, mengkomersialisasikan produk-produk hasil riset, mengembangkan perusahaan-perusahaan startup di bidang teknologi, serta menarik industri/bisnis ke dalam kawasan technopark. Hal ini dikemukakan oleh Eko rahayu Asisten Manajer Inkubasi Bisnis Bandung Techno park. 

Bisnis teknologi yang masih banyak menjadi favorit pilihan salah satunya adalah toko online, para startup juga mulai tergerak untuk membangun bisnis berbasis teknologi yang memberikan solusi bagi kemanusiaan dan juga terhadap pelestarian sumber daya alam. Dalam 2 tahun terakhir ini startup teknologi tersebut telah banyak disorot oleh media massa. Publikasi terkait dengan startup bermunculan di mana-mana. Pertumbuhan startup yang masif menjadikan bisnis startup di Indonesia semakin “seksi”.

Investasi



Melihat hal ini, Indonesia menjadi tempat yang tepat untuk para investor asing berinvestasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus tumbuh dengan demografi jumlah penduduk usia produktif yang tinggi semakin mendukung Indonesia sebagai tempat strategis untuk berinvestasi. Selain itu, adanya dukungan pemerintah dalam mengantisipasi berbagai kendala dalam pemanfaatan internet yang tertuang dalam Roadmap E-commerce 2017-2019 seperti logistik, ­cyber security, infrastruktur TIK, pendidikan, dan ­sumber daya manusia, pendanaan, dan perlindungan konsumen.

Seorang venture capitalist dan startup accelerator yaitu Paul Graham menjelaskan bahwa startup didesain sebagai sebuah bisnis yang dapat dikukur dengan cepat, hal ini dikarenakan fokus startup terhadap pertumbuhan bisnisnya. Dengan fokus terhadap pertumbuhan bisnisnya maka startup diharapkan dapat tumbuh berkembang tanpa mempedulikan lokasi geografis.

Startup juga memfokuskan untuk tumbuh berkembang secara bertahap dengan melayani sebagian kecil dari layanan dan pasar yang baru dan kemudian akan mengembangkan bisnis mereka secara berkala.

Startup yang biasanya diawali oleh ide dari founder-nya untuk menghasilkan sebuah produk, layanan, atau sebuah platform baru yang belum ada untuk dapat menarik pengguna dan dapat menghasilkan ke­untungan yang besar. 

Membangun dan mendirikan sebuah startup tidaklah mudah. Walaupun pertumbuhan startup sangat tinggi, dibutuhkan para kreator hebat yang dapat mem­bangun produk, layanan ataupun platform dimulai dari awal/nol sehingga hal ini membutuhkan motivasi yang tinggi, waktu yang banyak, investasi yang besar juga fokus tujuan yang terarah. Hal inilah yang menjadikan startup membutuhkan jangka panjang ­untuk dapat meraih kesuksesan. (Lia Yuldinawati, CEC/Certified Executive Coach & dosen entrepreneurship Fakultas Ekonomi Bisnis Telkom University)***

Bagikan: