Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Sri Mulyani Sebut Krisis Turki Pengaruhi Pelemahan Rupiah ke Titik Terendah

Tia Dwitiani Komalasari

JAKARTA, (PR).- Nilai tukar rupiah kembali merosot hingga menembus Rp 14.600 per Dolar AS pada Senin 13 Agustus 2018. Pelemahan Rupiah ini merupakan yang terendah sejak 2015 yang pernah mencapai level Rp 14.730 per Dolar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, terdapat beberapa faktor global yang mempengaruhi ‎pelemahan Rupiah. Faktor yang paling menonjol untuk akhir pekan lalu adalah krisis keuangan yang terjadi di Turki. 

"Jadi pada pekan terakhir ini, faktor yang berasal dari Turki menjadi sangat menonjol secara global‎. Namun setiap hari pun sellau ada faktor yang saling mempengaruhi,"ujar dia di Jakarta, Senin 13 Agustus 2018.

Seperti diketahui, mata uang Lira Turki telah anjlok hingga 66 persen sejak awal tahun ini. Pelemahan nilai mata uang Turki tersebut terjadi sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumukan bahwa tarif impor alumunium akan meningkat menjadi 20 persen dan tarif impor baja menjadi 50 persen.

Dinamika positif



Menurut Sri, krisis keuangan Turki tersebut memiliki pengaruh pada kondisi global terutama pelaku pasar. Pelemahan mata uang lira dikhawatirkan juga meiliki pengaruh terhadap dimensi politik dan stabilitas negara. Hal inilah yang mempengaruhi psikologis pasar.

Meskipun demikian, Sri mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih terjaga dengan baik dan menunjukkan dinamika positif. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal II yang mencapai 5,27 persen. 

Sementara defisit transaksi berjalan masih terjaga walaupun mengalami peningkatan mencapai 3 persen. Meskipun demikian, defisit tersebut  masih lebih rendah dibandingkan saat temper trantrum 2015. 

"Namun kita tetap harus hati-hati karena lingkungan yang dihadapi berbeda dengan 2015. Waktu itu masih terjadi quantitative easing, kalau sekarang sudah dikurangi. Ini menyebabkan tekanan menjadi lebih kuat terhadap berbagai mata uang dunia," ujar dia.‎***

Bagikan: