Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 22.6 ° C

Tahun 2019, Kimia Farma Bangun Pabrik di Arab Saudi

Ai Rika Rachmawati
DIREKTUR Utama Kimia Farma, Honesti Basyir ikut berlari pada acara Fituno 10K Run Challenge di Kota Bandung, Minggu 25 Maret 2018.*

BANDUNG, (PR).- Setelah mengakuisisi Dawaa Medical Limited Company, PT Kimia Farma (Persero), Tbk. berencana membangun pabrik farmasi dan produk kesehatan di Jeddah, Arab Saudi. Rencananya, bulan depan Kimia Farma akan mengirim tim untuk melakukan studi kelayakan. 

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir pada gelaran Fituno 10K Run Challenge di Balai Kota Bandung, Jalan Wastu Kencana, Kota Bandung, Minggu 25 Maret 2018. Ia berharap, tahun ini proses perizinannya bisa selesai. 

"Kalau proses perizinan selesai tahun ini, harapannya, awal tahun depan pembangunan sudah mulai bisa dilakukan. Dengan catatan, hasil studi kelayakan bisa dilakukan," ujarnya.

Pemilihan Arab Saudi sebagai negara tujuan ekspansi, menurut dia, tidak terlepas dari target Kimia Farma untuk menembus pasar Timur Tengah dan Afrika. Ia mengatakan, obat yang tersertifikasi Arab Saudi akan dengan mudah diterima di negara-negara Timur Tengah dan Afrika.

"Targetnya untuk menjadi hub masuk ke Timur Tengah dan Afrika. Standar obat dari lembaga sertifikasi Arab Saudi sudah diakui negara-negara Timur Tengah dan Afrika yang mayoritas penduduknya muslim," ujar Honesti Basyir.

Peluang, menurut dia, juga datang dari kecenderungan lambatnya pembangunan industri hulu di Arab Saudi. Kondisi itu membuat pemerintah Arab Saudi gencar menarik investor dari luar, termasuk Indonesia.

"Kami juga ingin menggarap potensi pasar haji dan umrah yang cukup besar. Itulah mengapa sebelumnya kami sudah mengakuisisi apotek dan dalam proses penjajakan untuk akuisisi klinik dan rumah sakit," katanya.

Kimia Farma baru saja mengakuisisi 60 persen saham Dawaa Medical Limited Company (Dawaa), anak usaha Marei Bin Mahfouz (MBM). Penyertaan modal Kimia Farma di Dawaa mencapai 38 juta real Arab Saudi atau sekitar Rp 133 miliar.

"Kimia Farma Dawaa secara efektif akan beroperasi Maret 2018. Sebagian besar apotek Kimia Farma Dawaa berlokasi di Mekah, Madinah, dah Jeddah. Target utamanya adalah untuk melayani kebutuhan farmasi haji dan umrah," tuturnya.

Pasar farmasi di Saudi Arabia pada 2020 diprediksi mencapai 20 miliar dolar Amerika Serikat. Itu belum termasuk peluang untuk menggarap pasar Afrika dan negara Timur Tengah lainnya.

Fituno



Sementara itu, Fituno 10K RUN challenge digelar Kimia Farma untuk memperkenalkan produk suplemen herbal terbaru Kimia Farma. Kegiatan yang diikuti 3.000 peserta tersebut juga ditargetkan Honesti Basyir untuk memasyarakatkan gaya hidup sehat di tengah masyarakat. 

"Melihat respons masyarajat yang luar biasa, kami berharap ini bisa menjadi ajang tahunan yang akan kami gelar di Kota Bandung. Kegiatan ini memperebutkan total hadiah Rp 240 juta," tuturnya.***

Bagikan: