Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sedikit awan, 24.2 ° C

17 Startup Digital Amoeba Telkom Siap Beroperasi

Ai Rika Rachmawati
Sebanyak 17 perusahaan startup peserta program Digital Amoeba PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) siap beroperasi. Bahkan, beberapa produk startup tersebut sudah digunakan oleh Telkom Group.*
Sebanyak 17 perusahaan startup peserta program Digital Amoeba PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) siap beroperasi. Bahkan, beberapa produk startup tersebut sudah digunakan oleh Telkom Group.*

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 17 perusahaan startup peserta program Digital Amoeba PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) siap beroperasi. Bahkan, beberapa produk startup tersebut sudah digunakan oleh Telkom Group.

Demikian diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) Digital Amoeba, Fauzan Feisal, di Bandung, Jumat, 2 Maret 2018. Menurut dia, 17 startup tersebut adalah peserta yang bertahan dari total 60 rintisan usaha peserta Digital Amoeba.

"Kami memulai program ini pada Januari 2017. Digital Amoeba adalah program inkubasi bisnis digital bagi startup internal Telkom," katanya.

Keberadaan program tersebut, menurut dia, bukan hanya menghasilkan produk inovatif digital yang dibutuhkan Telkom Group, tapi juga mampu mengasah keterampilan sumber daya manusia (SDM) Telko. Program tersebut dinilai Fauzan, mampu membuka mata dan wawasan semua divisi tentang membangun bisnis digital dan bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi jadi perusahan digital.

Rintisan yang masih bertahan, menurut dia, diantaranya adalah Usight, SmartEye, Kiwari, Emago, Geekpro, Ketitik, Open Trip, Helio, KitaIna, Pometera, Pasarkoe, dan lainnya. Sementara aplikasi yang sudah digunakan Telkom Group diantaranya adalah Zoomin.

Aplikasi Zooming, menurut diq, sudah digunakan oleh 6-8 Wilayah Usaha Telekomunikasi (Witel). Aplikasi tersebut dikembangkan untuk pemberian poin apresiasi pada teknisi Telkom yang memperbaiki sarana TIK kepada pelanggan. 

Ada juga apkikasi Arkademia, yakni aplikasi pembelajaran yang sudah digunakan Telkom Corporate University (Corpu). Selain itu juga aplikasi Ketitik yang digunakan oleh Divisi Goverment Service PT Telkom yang fokus pada layanan TIK pemerintahan. 

"Produk yang dihasilkan 17 startup ini bukan hanya siap disinergikan dengan Telkom Group, tapi juga perusahaan lain dan umum. Aplikasi yang dihasilkan bukan hanya bersufat mampu menghasilkan keuntungan baru, tapi banyak juga yang bersifat menekan pengeluaran secara sistematis," tuturnya.

Inovasi para startup tersebut, menurut dia, berkisar pada new product and service serta inovasi operasi bisnis. Untuk new product service, para startup menghasilkan produk baru yang bisa dijual Telkom. Sedangkan inovasi operasi bisnis membuat aplikasi untuk meningkatkan kinerja para teknisi Telkom. 

Inovasi lainnya yang dikembangkan startup Digital Amoeba adalah pemantau perangkat. Selama ini, pegawai yang bertugas memantau perangkat harus manual memonitor sejumlah layar karena masing-masing perangkat berbeda vendor. Dengan alat yang dihasilkan startup Amoeba, monitor dapat dilakukan dalam satu layar.

Program Digital Amoeba digelar Telkom sebanyak enam batch selama satu tahun. Dalam satu batch maksimum diisi 15 tim. Dengan demikiqn, dalam satu tahun maksimum 90 tim bergabung dalam Digital Amoeba. 

Dari junlah tersebut akan disaring lagi menjadi 15 startup terbaik. Mereka akan diberikan injeksi modal, proses inkubasi, bahkan tak menutup kemungkinan menjadi anak perusahaan tersendiri.

"Tahapan startup Amoeba hampir mirip dengan Indigo, melalui customer validation, product validation, business model validation, dan market validation," tutur Fauzan.***

Bagikan: