Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.5 ° C

Jokowi Berwacana Pemerintah Subsidi Upah pada 2019

Muhammad Ashari
PRESIDEN Joko Widodo memberikan keterangan pers di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja, Kayuringin, Kelurahan Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu, 28 Desember 2017.***
PRESIDEN Joko Widodo memberikan keterangan pers di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja, Kayuringin, Kelurahan Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu, 28 Desember 2017.***

BEKASI, (PR).- Presiden Joko Widodo menyatakan akan mulai konsentrasi kepada pembangunan sumber daya manusia pada tahun 2019, alih-alih pembangunan infrastruktur. Dalam kerangka pengembangan SDM ini, Joko Widodo mengutarakan kemungkinan pemerintah berkontribusi terhadap subsidi upah pekerja.

“Kalau sekarang sama sekali tidak ada (subsidi upah), bisa saja nanti pemerintah berkontribusi. Mungkin bisa saja (menyubsidi upah) 40 persen sampai 50 persen. Tetapi dengan cara itu, kita bisa upgrade skill dan keterampilan SDM kita,” ujarnya seusai menyerahkan sertifikat pemagangan kerja di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja, Kayuringin, Kelurahan Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu, 28 Desember 2017.



Selain mewacanakan tentang subsidi upah, Joko Widodo juga mengatakan kemungkinannya memberikan insentif pajak kepada pengusaha. Menurutnya, terdapat banyak pilihan untuk melaksanakan pengembangan SDM ke depannya.

Fokus anggaran bergeser



Joko Widodo mengatakan, pada tahun 2018 persiapan untuk menggeser fokus anggaran kepada pembangunan SDM akan mulai dilakukan. “Saya sampaikan, tahun 2018 ini akan disiapkan untuk masuk ke pembangunan SDM secara besar-besaran. Masif,” tuturnya.



Salah satu alasan Joko Widodo menggeser fokus pembangunan kepada SDM pada tahun 2019 adalah mempertimbangkan pertumbuhan usia produktif. Saat ini, sebanyak 60 persen dari keseluruhan penduduk sebesar 250 juta termasuk ke dalam usia produktif. Jumlah usia produktif itu dikatakannya akan terus membesar sehingga pada tahun 2040 diestimasikan bisa mencapai 195 juta orang.



Besarnya jumlah usia produktif itu dikatakanya bisa menjadi kekuatan sekaligus masalah bila tidak diperhatikan dengan benar. Potensi menumbuhkan perekonomian melalui pemanfaatan usia kerja produktif dikatakannya bisa hilang bila tidak diperhatikan secara benar.



“Jadi kita akan fokus pada pengembangan SDM. Di Bekasi (balai pelatihan tenaga kerja) akan konsentrasi di elektronik dan IT. Nanti di daerah lain akan fokus kepada keterampilan lain, bidang-bidang lain,” tuturnya.***

Bagikan: