Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Berawan, 20.7 ° C

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Tiga Bahan Pokok Naik

Tia Dwitiani Komalasari

JAKARTA‎, (PR).- Sedikitnya tiga komoditas bahan pokok alami kenaikan harga jelang Natal dan tahun baru. Komoditas tersebut adalah beras, ayam dan telur.

‎Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, harga beras medium mengalami kenaikan sekitar 0,3 persen. Meskipun demikian, harga beras di sebagian besar wilayah masih berada di bawah batas harga eceran tertinggi senilai Rp 9.450. 

"Memang ada beberapa daerah yang harganya di atas HET. Namuns ebagian besar masih di bawha HET,"ujar Enggar‎ setelah rapat koordinasi di Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.

Kementrian Perdagangan memastikan stok beras menjelang natal dan tahun baru aman dan harganya terkendali. Sebanyak 82 kabupaten/kota di Indonesia berpotensi memiliki tingkat penyerapan yang tinggi pada akhir tahun ini.

Menurut Enggar, Kementrian Perdagangan mengintensifkan operasi pasar beras medium ke daerah-daerah yang memiliki potensi penyerapan tinggi tersebut. "Bali yang biasanya tinggi, saat ini agak turun karena situasi bencana alam kemarin,"ujar dia 

Meskipun demikian, Enggar mengatakan, semua daerah tetap dalam pemantauan Kementrian Perdagangan. "Untuk daerah-daerah yang harga berasnya tinggi, kami akan terus lekaukan operasi pasar. Berapapun permintaannya kami keluarkan,"ujar dia.

Enggar menegaskan stok beras Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan operasi pasar tersebut. Apalagi awal tahun merupakan musim panen raya.

Produksi telur menurun



Sementara itu, harga telur yang naik disebabkan oleh menurunnya produksi. Namun saat ini produksi telur tersebut telah kembali normal.

"Kemarin dapat laporan dari peternak bahwa ada penyakit yang sebabkan ayam bertelurnya sedikit. Namun sekarang pasokannya kembali normal,"ujar dia.

Sementara harga daging ayam saat ini mencapai ‎ Rp 32.000 - Rp 33. 000 per kg. Harga tersebut lebih tinggi dari sebelumnya Rp 30.000-Rp 31.000.

"Namun kenaikan harga ini tidak sebanding dengan penurunan harga yang dialami peternak setelah lebaran kemarin.‎ Kami tetap menghimbau peternak untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi, namun kami tidak ingin intervensi lebih jauh karena dikhawatirkan dapat mematikan usaha peternak mandiri,"ujar dia.***

Bagikan: