Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sedikit awan, 16.1 ° C

Akhir 2017, BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 4,5 Juta Peserta Baru

Satrio Widianto

JAKARTA, (PR).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam tiga bulan yang tersisa di tahun 2017 ini berusaha menambah peserta baru sebanyak 4,5 juta. Jumlah ini untuk menggenapi jumlah peserta pada tahun ini yang ditargetkan sebesar 18,5 juta peserta.

"Hingga September 2017, realisasinya mencapai sekitar 14 juta peserta. Artinya, kami harus menjaring 4,5 juta peserta baru lagi untuk mencapai target tahun ini," kata Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan E. Ilyas Lubis seusai penandatanganan kerja sama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), di Jakarta, Kamis 5 Oktober 2017.

Namun demikian, ujar Ilyas, pihaknya optimistis mampu mencapai target itu. Pasalnya, BPJS Ketenagakerjaan terus mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak baik perusahaan swasta, BUMN, perbankan, dll. Sinergi dengan PT Asuransi Jiwasraya dan berbagai pihak lainnya akan membantu pemenuhan target. "Kami sih optimis mis mis mis," kata Ilyas penuh keyakinan.

Dikatakan, sinergi dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) untuk pemasaran produk-produk yang berbasis jaminan sosial. Hal itu dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan program jaminan sosial bagi tenaga kerja.

“Selain itu, tujuan dari sinergi ini adalah memanfaatkan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak dalam penyelenggaraan program jaminan sosial. Melalui kerja sama dengan Jiwasraya, kami optimistis jumlah tenaga kerja yang mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan bakal meningkat," tambahnya.

Tingkatkan kinerja  bisnis



Sementara itu, Direktur Asuransi Jiwasraya De Yong Adrian mengatakan kerja sama itu diharapkan dapat meningkatkan kinerja bisnis bagi kedua pihak. Utamanya untuk pemasaran produk-produk berbasis jaminan sosial ketenagakerjaan yang dikelola Jiwasraya maupun BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami akan menawarkan paket produk dari BPJS Ketenagakerjaan dan Jiwasraya. Sehingga berbagai risiko yang belum dicover BPJS Ketenagakerjaan, akan dicover Jiwasraya,” ujar De Yong.

Menurut dia, pemasaran produk itu nantinya akan dilakukan dari berbagai saluran distribusi yang dimiliki Jiwasraya seperti bancassurance, branch office system, dan employee benefit. Untuk memasarkan produk jaminan sosial, pihaknya pun akan memberikan pelatihan dan pemahaman terkait produk tersebut kepada para tenaga pemasar.***

Bagikan: