Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 13.985,00 | Cerah berawan, 20.8 ° C

Kualitas Startup Indonesia Kian Mumpuni

Ai Rika Rachmawati

BANDUNG, (PR).- Kualitas startup digital Indonesia secara umum terus meningkat dan semakin mumpuni. Bahkan, banyak diantara mereka yang mampu bersaing dengan startup asing, baik dari sisi ide kreatif maupun produk yang dihasilkan.

Demikian diungkapkan Direktur Human Capital Management PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom), Herdy R. Harman, pada Grand Final Socio Digi Leader (SDL) 2017 di Bandung Digital Valley, Jln. Geger Kalong Hilir, Bandung, Rabu, 27 September 2017 malam. Pada SDL 2017 tersebut Sharecup keluar sebagai juara.

"Ide kreatif startup digital Indonesia semakin beragam dan inovatif. Sementara dari sisi produk semakin aplikatif dan berdaya jual," kata Herdy.

Terus meningkatnya kualitas startup digital Indonesia, menurut dia, salah satunya juga bisa terlihat pada SDL 2017. Pada ajang tersebut banyak startup digital Indonesia yang berhasil mengungguli peserta dari luar negeri. 

Berbeda dengan gelaran sebelumnya, SDL 2017 menghadirkan 12 tim peserta dari luar negeri. "Tahun ini Telkom berhasil menjaring peserta dari dari Singapura, Australia, Inggris, India, dan Jerman," ujar Herdy.

Ia mengaku berharap, ke depan akan semakin banyak bermunculan startup digital yang kreatif, inovatif, dan prospektif. Telkom sendiri, menurut dia, akan terus berupaya untuk mendorong perkembangan startup digital di Indonesia, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

"Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan mengelar kegiatan-kegiatan yang merangsang pertumbuhan startup digital, seperti SDL, Indigo, dll. Begitu juga dengan keberadaan sejumlah Digital Valley di Indonesia," tuturnya.

Startup nondigital



Berbeda dengan SDL tahun sebelumnya, kali ini bukan hanya startup digital yang bisa jadi peserta. Mereka yang memiliki solusi nondigital di berbagai bidang, mulai dari hukum, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan pariwisata pun bisa ikut serta.

"Melalui SDL, Telkom berharap bisa melahirkan generasi muda yang memiliki solusi untuk memecahkan berbagai permasalahan sosial di Indonesia, bahkan global, baik solusi berbasis digital maupun nondigital," katanya.

Semua problematika masyarakat dunia, menurut dia, difasilitasi solusinya dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, hal yang terpenting adalah peserta harus memiliki konsep problem solving yang baik dan aplikatif.

Sementara itu, terpilihnya Sharecup sebagai juara, menurut dia, tidak terlepas dari ide dan potensi impact goal solusi yang mereka hasilkan. Produk mereka juga dinilai memiliki potensi keberhasilan besar, didukung manajemen dan metode marketing yang mumpuni.

"Bukan hanya presentasi yang baik, problem solving mereka juga bagus. Para juri sepakat memilih mereka sebagai juara," ujar Herdy yang juga menjadi juri dalam ajang tersebut.

Bagikan: