Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Alami Gangguan, Bagaimana Nasib Satelit Telkom 1 ke Depan?

Ai Rika Rachmawati

BANDUNG, (PR).- Guna mempercepat pemulihan layanan akibat gangguan satelit, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk. atau Telkom memaksimalkan proses migrasi pelanggan Telkom 1 ke satelit Telkom 2, satelit Telkom 3S, dan satelit lainnya. Penyediaan dan pegalihan transponder Telkom 1 ke transponder satelit pengganti akan selesai pada Rabu 30 Agustus 2017. 

Hal itu disampaikan Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga, melalui siaran pers yang diterima Pikiran Rakyat, Senin 28 Agustus 2017. Menurut dia, proses migrasi layanan telah dilakukan sejak 26 Agustus 2017. 

"Sementara proses repointing antena ground segment akan dilakukan bertahap, secara bersama-sama, baik dengan pelanggan maupun dengan operator penyedia layanan VSAT hingga 10 September 2017," katanya.

Ia memastikan, seluruh sumber daya operasional TelkomGroup di seluruh Indonesia dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan tersebut. Menurut dia, mereka yang dilibatkan mulai dari internal Telkom, anak perusahaan, dan seluruh mitra terkait.

Untuk mengawal proses pemulihan agar berjalan maksimal, menurut Alex, Telkom Group membentuk posko crisis center yang beroperasi 7 X 24 jam. Ia memastikam, proses pemulihan akan terus dikawal oleh seluruh jajaran direksi, termasuk dia selaku Dirut Telkom.

"Crisis center merupakan pusat informasi semua proses recovery layanan pelanggan sekaligus sebagai pusat komando untuk merencanakan dan mengeksekusi setiap langkah-langkah yang dianggap perlu bagi percepatan penyelesaian gangguan layanan," katanya.

Satelit Telkom 1 memiliki total 63 pelanggan. Dari jumlah tersebut 8 di antaranya merupakan provider VSAT yang memiliki 12.030 site sehingga total ground segment sekitar 15.000 site.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat 25 Agustus 2017, sekitar pukul 16.51 WIB mulai

terjadi anomali pada satelit Telkom 1. Anomali tersebut berakibat pada pergeseran pointing antena satelit Telkom 1 sehingga layanan transponder satelit Telkom 1 terganggu. 

"Secara intensif Telkom bersama Lockheed Martin selaku pabrikan satelit Telkom 1 terus melakukan investigasi. Saat ini kami sedang menjalankan prosedur prosedur untuk mengetahui kesehatan satelit Telkom 1 secara komprehensif," kata Alex.

Rencana tindak lanjut untuk satelit Telkom 1, menurut dia, baru akan dapat ditentukan dalam beberapa hari kedepan. Alex mengatakan, tidak tertutup adanya kemungkinan satelit Telkom 1 tidak dapat beroperasi dengan normal kembali.

"Berdasarkan hasil evaluasi dan konsultasi dengan Lockheed Martin pada 2014 dan 2016, satelit Telkom 1 dalam kondisi baik dan dapat beroperasi normal hingga beberapa tahun ke depan, sekurang kurangnya sampai dengan 2019. Ini sesuai dengan best practice di industri satelit," ujar Alex. 

Bagi Telkom, pendapatan bisnis satelit memberikan kontribusi sebesar 0,6% dari total pendapatan Telkom Group. Telkom 1 diasuransikan ke Jasindo, perusahaan asuransi dalam negeri yang memiliki rekam jejak yang kuat di sektor satelit.***

Bagikan: