Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.1 ° C

Dandim Se-Jabar Berkomitmen Capai Target Serapan Gabah

Asep Budiman
PANGDAM III/Siliwangi Herindra menyaksikan penandatanganan komitmen semua dandim dan kepala subdivre Bulog Se-Jabar agar mencapai target serapan gabah sekitar 1,22 juta ton di Sekolah Calon Tamtama, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis 6 April 2017.*
PANGDAM III/Siliwangi Herindra menyaksikan penandatanganan komitmen semua dandim dan kepala subdivre Bulog Se-Jabar agar mencapai target serapan gabah sekitar 1,22 juta ton di Sekolah Calon Tamtama, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis 6 April 2017.*

SOREANG, (PR).- Seluruh komandan kodim di bawah naungan Kodam III/Siliwangi berkomitmen untuk mencapai target serapan gabah sebesar 1,22 juta ton di Jawa Barat. Mereka diminta melakukan pendekatan persuasif kepada petani agar bersedia menjual gabahnya kepada Bulog.

Pangdam III/Siliwangi Herindra menyatakan, pihaknya akan mendorong agar serapan tercapai setiap bulan. Dia berharap bisa mencapai serapan sebanyak 1,22 juta ton hingga Agustus 2017.

Hal itu diungkapkannya seusai penandatanganan komitmen Dandim se-Jabar untuk mencapai target serapan gabah di wilayah masing-masing. "Harapannya kita dorong lebih keras lagi pasti akan tercapai. Semua dandim di Kodam III/Siliwangi, saya minta komitmennya untuk mencapai target," ujar Pangdam seusai Rapat Koordinasi Serap Gabah Petani di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis 6 April 2017.

Ketua Sergap Jawa Barat Mabes TNI, Dudung AR mengaku optimistis target serapan masih bisa didorong lebih tinggi. Berkaca pada 2016, Jabar bisa mencapai 1,3 juta ton setara gabah, melebihi target 1,2 juta ton.

Namun, dia mengakui, kendala di lapangan adanya sebagian petani yang enggan menjual gabahnya di bawah pasar. Mereka yang enggan adalah petani yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah, seperti benih, pupuk, alsintan, traktor, dan lainnya.

"Kendala di lapangan, tidak semua petani terima bantuan. Terakhir di Indramayu, saya bilang ini berapa harganya Rp 4.200, beras premium, padi premium. Tapi Bulog Rp 4.200 ga sanggup beli," katanya.***

Bagikan: