Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 26.2 ° C

Jelang Ramadan, Pasokan Daging Ayam dan Sapi Aman

Cecep Wijaya Sari

NGAMPRAH, (PR).- Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat memastikan pasokan daging ayam dan sapi menjelang dan selama bulan Ramadan nanti mencukupi. Hal itu sesuai dengan persediaan sapi dan ayam yang masih melebihi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan.

"Kebutuhan daging menjelang dan selama Ramadan memang selalu menigkat. Namun, persediaan tetap masih bisa memenuhi," kata Kabid Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Rahmat Suryadji di Ngamprah, Jumat, 31 Maret 2017.

Rahmat menuturkan, pemotongan sapi di rumah pemotongan hewan di Padalarang pada hari biasa rata-rata 5 ekor per hari. Menjelang dan pada bulan Ramadan, jumlahnya meningkat hingga puluhan sapi yang dipotong.

Namun, persediaan daging sapi di KBB selama tiga bulan mencapai 940.000 kg, sedangkan ayam 6 juta kg lebih. Sementara, kebutuhan daging ayam dan sapi per triwulan hanya 3,3 ton atau 36.838 kg per hari.

"Jadi, persediaan masih banyak walaupun kebutuhan meningkat menjelang, selama Ramadan, Idulfitri, dan juga menjelang Iduladha nanti," katanya.

Untuk memastikan daging yang diedarkan kepada masyarakat aman dikonsumsi, lanjut Rahmat, pihaknya juga intensif melakukan pengawasan di tempat pemotongan hewan. Sebelum disembelih, hewan diperiksa kesehatannya terlebih dahulu bahkan setelah pemotongan pun daging sapi diuji kelayakannya untuk dikonsumsi.

Rahmat juga mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pendeteksian dini terhadap penyakit-penyakit hewan. Menurut dia, ada 5 penyakit yang sering menjangkiti hewan, yaitu flu burung pada unggas, keguguran menular pada ternak sapi, rabies pada anjing liar, antraks pada sapi, dan penyakit cacingan.

"Memang total penyakit hewan itu ada 25 jenisnya. Namun, yang kerap terjadi di tengah masyarakat KBB ada 5 jenis penyakit hewan. Hal ini juga kami sosialisasikan kepada masyarakat melalui aparat setempat dan tokoh-tokoh masyarakat," katanya.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Hewan pada Disnakan Wiwin Aprianti menambahkan, pencegahan terbaik untuk penyakit hewan terutama unggas, yaitu dengan menjaga kebersihan kandang serta lingkungan unggas. Kandang bisa dibersihkan dengan disinfektan ataupun menggunakan detergen, sabun, dan sejenisnya.

“Unggas yang tidak memiliiki kandang menyulitkan pengawasan kesehatannya. Jadi solusinya, menjaga kesehatan lingkungan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Wiwin.***

Bagikan: