Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Cerah, 28.6 ° C

Vakum 62 Tahun, Kongres Koperasi Akan Kembali Digelar

Asep Budiman
REKTOR Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Burhanuddin Abdullah saat membuka sambutan pada Focus Group Discussion Pra-Kongres Koperasi Ke-3 di Hotel Ibis, Bandung, Senin, 6 Maret 2017.*
REKTOR Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Burhanuddin Abdullah saat membuka sambutan pada Focus Group Discussion Pra-Kongres Koperasi Ke-3 di Hotel Ibis, Bandung, Senin, 6 Maret 2017.*
BANDUNG, (PR).- Kongres Koperasi akan kembali digelar setelah 62 tahun vakum sejak kongres pertama pada 1947 dan 1953. Dengan digelarnya kembali Kongres Koperasi ini, dia berharap dapat membangunkan kembali semangat membangun perkoperasian Indonesia.

Rencananya, Dewan Koperasi Indonésia akan menyelenggarakan Kongres Koperasi Indonesia ke-3 di Makassar tahun 2017 ini. Kongres Koperasi merupakan ajang pertemuan besar yang dihadiri para wakil pemangku kepentingan koperasi untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan strategis untuk menjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian rakyat.

"Kita baru mengadakan Kongres Koperasi dua kali, yaitu tahun 1947 dan dan 1953. Jadi baru 62 tahun kemudian kita akan mengadakan kongres kembali," ungkap Rektor Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Burhanuddin Abdullah saat membuka sambutan pada Focus Group Discussion Pra-Kongres Koperasi Ke-3 di Hotel Ibis, Bandung, Senin, 6 Maret 2017.

Setelah 62 tahun berlalu sejak kongres terakhir, menurut dia, dimungkinkan banyak pihak yang lupa akan hasil dua kongres silam. Dengan digelarnya kembali Kongres Koperasi Ketiga, dia berharap dapat membangunkan kembali semangat membangun perkoperasian Indonesia.

"Banyak sekali yang lupa dan mudah-mudahan semangatnya akan kita bangunkan pada kongres nanti," ucapnya.

Dalam FGD yang mengambil topik pembangunan koperasi Indonesia untuk 30 tahun ke depan, Burhanuddin mengharapkan, Indonesia memiliki koperasi yang benar-benar kuat pada 100 tahun kemerdekaan. Tahun 2045 nanti, diharapkan koperasi bisa mendapat predikat sokoguru ekonomi Indonesia dan menjadi pilar bernegara.

"Pertemuan ini momentumnya sangat tepat. Kita lihat berbagai pihak pemangku kepentingan hadir di sini. Kita tahu untuk membangun koperasi 30 tahun ke depan perlu komitmen bersama sehingga temanya reafirmasi komitmen kebangsaan untuk membangun kembali perekonomian yang lebih berkeadilan," tuturnya.

Namun, Burhanuddin menekankan, komitmen itu harus datang dari semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat. Pembangunan koperasi semestinya lebih cepat karena adanya komitmen kedua pihak, pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan masyarakat sebagai pelaksana pembangunan koperasi.

"Gerakan koperasi memiliki tempat sangat khusus karena dia harus menjadi fasilitator dan penghubung dari semua niat baik dan semangat untuk membangun koperasi," ucap Burhanuddin. ***
Bagikan: