Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian berawan, 22.3 ° C

Perlu Langkah Strategis Perbaiki Kondisi Perhotelan

Tachta Rizqi Yuandri
SEJUMLAH warga berada di kawasan salah satu hotel di Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung,beberapa waktu lalu. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar menilai, perlu sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki kondisi perhotelan pada Tahun 2017.*
SEJUMLAH warga berada di kawasan salah satu hotel di Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung,beberapa waktu lalu. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar menilai, perlu sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki kondisi perhotelan pada Tahun 2017.*
BANDUNG, (PR).- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar menilai, perlu sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki kondisi perhotelan pada Tahun 2017. Sebab, kondisi saat ini, masih terjadi sejumlah permasalahan pada bidang tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota/ kabupaten.

Hal itu disampaikan kepada "PR" di Bandung, Minggu, 19 Februari 2017.

"Salah satu ilustrasinya yakni di satu sisi pemerintah pusat inginkan target tertentu dari angka wisatawan. Di sisi lain, kurangnya koordinasi antara pusat dan daerah mengakibatkan target pemerintah pusat tidak tercapai. Target pusat tidak memiliki implikasi terhadap kebijakan di daerah, baik itu provinsi maupun kota/ kabupaten," katanya.

Menurut Herman, banyak kebijakan di daerah yang justru tidak relevan dengan target pusat. Ia merekomendasikan, perlu adanya sejumlah langkah yang dilakukan sesuai perannya masing-masing, baik itu oleh pemerintah dan praktisi.

"Pemerintah dan praktisi sudah saatnya fokus terhadap masalah dan jelas menentukan langkah. Berdasarkan evaluasi kami, ada lima hal penting yang mesti diperhatikan dan dibenahi," ujar Herman.

Pertama menurutnya, perlu ada pembenahan pada sejumlah destinasi wisata di Jabar. Destinasi wisata mesti diperhatikan dan ditingkatkan baik itu pelayanan maupun aksesnya.

"Selanjutnya, yang mesti diperhatikan adalah infrastruktur. Hal tersebut merupakan sarana penunjang yang sangat vital. Infrastruktur buruk akan dengan mudah mengubah prederensi wisatawan," kata Herman.

Adapun yang ketiga menurutnya yakni pembenahan SDM. Apapun medianya selama kualitas SDM masih kurang baik tentu tidak akan berhasil. Itulah mengapanya saat ini banyak upaya sertifikasi berbagai profesi. Hal itu untuk membangun sekaligus menjaga kualitas SDM.

"Keempat, yakni promosi. Hal itu mutlak dilakukan. Meski hotelnya bagus, SDM nya berkualitas, tapi kalau tidak ada promosi, bagaimana orang lain bisa tahu. Kalau orang tidak tahu, bagaimana dia mau datang," ujarnya menjelaskan.

Terakhir, Jabar mesti memiliki kalender event yang jelas dan bersifat nasional. Sebab, hal itu jelas akan mengundang wisatawan masuk ke Jabar. Selama ini, Jabar khususnya Kota Bandung kurang memiliki agenda yang cukup banyak untuk menyelenggarakan event nasional, masih kalah dibandingkan Sumatera Utara dan Jawa Timur.

"Nah, 5 hal itu yang menjadi fokus perhatian kami dan harapannya diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat dan daerah. Bila kelima hal itu dibenahi, maka kami yakin dunia perhotelan akan kembali jaya," kata Herman.

Menurutnya, hingga saat ini, dunia perhotelan masih saja menghadapi masalah klasik seperti rendahnya okupansi dan persaingan tarif yang tidak sehat. Semua itu menurut Herman mesti dihentikan. ***
Bagikan: