Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 25.2 ° C

Konsorsium Pertamina Siap Garap Pembangkit Gas Terbesar

Satrio Widianto
JAKARTA, (PR).- Konsorsium PT Pertamina (Persero), Marubeni Corporation, dan Sojitz Corporation, siap mengembangkan pembangkit listrik berbasis gas pertama di Asia dan terbesar di Asia Tenggara, PLTGU Jawa 1 yang akan dibangun di Cilamaya, Kabupaten Karawang.

Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap ini mengintegrasikan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) dengan PLTGU Combined Cycle Gas Turbine (CCGT) dengan kapasitas terpasang 1.760 megawatt.

Nota kesepahaman jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) proyek pembangkit itu ditandatangani Direktur Utama PT Jawa Satu Power, selaku pengembang PLTGU Jawa 1 Ginanjar dan Direktur Utama PLN Sofyan Basyir yanh disaksikan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta, Selasa 31 Januari 2017.

Dwi Soetjipto mengatakan, Pertamina memberikan apresiasi tertinggi kepada PLN atas pelaksanaan tender Independent Power Producer (IPP) PLTGU Jawa1 yang terbuka, transparan dan kompetitif, serta atas kepercayaan kepada Konsorsium Pertamina-Marubeni-Sojitz yang telah ditunjuk sebagai pemenang Proyek IPP PLTGU Jawa 1.

“Proyek ini menjadi bukti nyata sinergi dua BUMN besar Indonesia, Pertamina sebagai Energi Company dan PLN sebagai perusahaan listrik nasional,” kata Dwi.

Pertamina bersama dengan Marubeni Corporation dan Sojitz Corporation telah berhasil memenangi dan menandatangani PPA proyek IPP PLTGU Jawa 1 dengan nilai sekitar US$ 1,8 miliar. Proyek IPP ini merupakan kolaborasi internasional yang melibatkan 18 mitra Internasional maupun domestik (Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa).

Menurut Dwi, momentum PPA PLTGU Jawa 1 antara Pertamina dan PLN merupakan menjadi salah satu pijakan penting bagi Pertamina dalam memulai bisnis IPP sekaligus menegaskan posisi dan perannya untuk mencapai visi sebagai perusahaan energi kelas dunia (World Class Energy Company).

Pertamina sangat mengapresiasi kerja sama yang erat dan sangat baik dari seluruh mitra konsorsium, termasuk konsorsium lenders, untuk mendapatkan kepercayaan hingga pada tahapan ini. “Kerja sama yang tidak kalah erat diperlukan untuk dapat mewujudkan proyek ini dengan tepat waktu dan tepat biaya,” ungkap Dwi.

Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Gus Irawan Pasaribu, mengatakan, sebagai bagian dari program 35 ribu megawatt, IPP PLTGU Jawa 1 sangat penting bagi upaya pemerintah dan PLN melakukan percepatan untuk melistriki lebih banyak keluarga dan konsumen listrik di Tanah Air.

Pengembangan pembangkit listrik berbasis gas juga harus terus didorong ke depannya karena cadangan gas Indonesia masih banyak. Apalagi, Indonesia juga telah meratifikasi Perjanjian Paris soal emisi. “Adanya PPA ini juga menjadi momentum untuk kerja sama Pertamina dan PLN ke depan dan umumnya sinergi antar-BUMN memang harus berjalan,” katanya.

Anggota Dewan Energi Nasional Syamsir Abduh menilai, PLTGU Jawa 1 menjadi momentum untuk menata BUMN agar fokus pada bidang masing-masing, tidak tumpang tindih dan bersinergi sehngga BUMN menjadi lebih kompetitif. “Di sini Pertamina telah menunjukkan perannya sangat pas sebagai BUMN energi,” ujarnya. ***
Bagikan: