Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Kopi Lokal Bandung Barat Sangat Menjanjikan

Cecep Wijaya Sari
GANDA Suganda (74) memetik biji kopi yang sudah berwarna merah di kebun kopi rakyat garapannya di Kampung Barukai, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu 18 Jnauari 2017. Pasar kopi lokal yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat belum digarap secara optimal.*
GANDA Suganda (74) memetik biji kopi yang sudah berwarna merah di kebun kopi rakyat garapannya di Kampung Barukai, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu 18 Jnauari 2017. Pasar kopi lokal yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat belum digarap secara optimal.*

NGAMPRAH, (PR).- Pangsa pasar lokal dinilai lebih potensial untuk pemasaran kopi dari Kabupaten Bandung Barat ketimbang pasar dunia. Hal ini disebabkan pasar lokal lebih berpihak kepada petani daripada pasar dunia yang biasanya dikuasai oleh perusahaan tertentu.

"Kalau di pasar dunia, selalu ada kartel harga, sehingga harga jual di tingkat petani sangat rendah. Padahal, kopi yang diekspor berkualitas tinggi," kata Firman Afriansyah, Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat, Rabu 18 Januari 2017.

Firman menuturkan, saat ini kopi jenis arabika dan robusta asal Bandung Barat sudah menembus pasar internasional. Bahkan, beberapa penghargaan pernah diraih di antaranya juara 2 pada Specialty Coffee Association of America Expo 2016 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Kopi peringkat pertama juga berasal dari Jawa Barat, tepatnya Kabupaten Bandung. 

Meski demikian, ekspor ke luar negeri memiliki berbagai kendala. Selain harga, jumlah kopi yang diekspor juga harus dalam jumlah besar, yakni minimal 18 ton dalam bentuk greenbean. "Pasar dunia memang cukup potensial, tetapi pasar lokal peluangnya lebih terbuka," tuturnya.

Di Pasar lokal, menurut dia, biji kopi bisa disalurkan ke sejumlah restoran, hotel, ataupun kedai kopi. Dengan menjual kopi ke pasar-pasar itu, petani bisa mendapatkan keuntungan 2-5 kali lipat.

Saat ini, Firman mengungkapkan, harga pasaran untuk jenis kopi kualitas spesial Bandung Barat dalam bentuk greenbean mencapai Rp 80.000-Rp 200.000/kg, sementara kopi dengan kualitas standar Rp 50.000-Rp 55.000/kg dan kopi afkiran Rp 12.000/kg. "Bandung barat terkenal dengan cita rasanya yang khas karena diperoleh dari dataran tinggi pegunungan. Itulah yang menjadikan kopi Bandung Barat banyak diminati penikmat kopi di dunia," katanya.

Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia KBB Kurnia Danumiharja juga mengungkapkan, kendala yang sering ditemui dalam bisnis kopi ini di antaranya permainan broker, yakni pedagang besar yang langsung membeli kopi dari petani dengan harga rendah. Akibatnya, para petani kopi tidak bisa menikmati hasil ideal dari penjualan kopi tersebut.

Untuk itu, kata dia, diperlukan adanya Perda yang mengatur tentang perdagangan kopi ini. "Jadi alangkah baiknya para 'buyer' besar pada saat membeli kopi harus melalui komunitas kopi dulu agar tidak merusak tatanan pasar," katanya.***

Bagikan: