Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 29.9 ° C

Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi

Dodo Rihanto
KARAWANG, (PR).- Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) mengaku kecewa terhadap kinerja eksekutif dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Pasalnya, hingga saat ini sejumlah harga komoditas tertentu masih terbilang tinggi di pasaran.

Hal itu diungkapkan salah seorang anggota DPR RI, Ono Surono, saat dia bersama anggota Komisi IV lainnya mengunjungi Pasar Johar Karawang, Senin 20 Juni 2016. "Kami menemukan harga sejumlah komoditas masih sangat tinggi. Harga daging sapi saja masih di atas Rp 120 per kilogramnya," kata Ono.

Dalam kunjungan tersebut para wakil rakyat didampingi Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana."Kunjungan kami lakukan untuk memantau harga kebutuhan pokok menjelang lebaran," ujar Ono.

Menurut Ono, dengan ditemukannya harga kebutuhan pokok yang masih tinggi, menandakan program yang dicanangkan pemerintah tidak berjalan dengan baik. Bahkan, Operasi Pasar (OP) yang dilakukan oleh pemerintah tidak berjalan sesuai harapan. "Hal ini yang akan kami evaluasi," katanya.

Ono mengatakan, OP yang dilakukan oleh pemerintah dianggapnya tidak memberikan dampak terhadap penurunan harga. Pasalnya, hingga saat ini harga daging masih relatif tinggi.

Ia menambahkan, untuk menurunkan harga daging, kebijakan impor bukan solusi. Langkah yang efektif adalah memangkas mata rantai distribusi barang yang saat ini masih panjang. "Saat ini rangkaian pasokan barang masih panjang. Makanya kami meminta Kementrian Pertanian untuk memangkas mata rantai yang tidak perlu," tuturnya.

Dikatakan salah satu cara memotong jalur distribusi adalah mendatangkan sapi dari Indonesia Timur dengan menggunakan kapal laut. Dengan cara itu diharapkan harga daging akan turun sesuai harapan masyarakat.

Di tempat yang sama Ketua Komisi IV DPR RI Edhi Prabowo mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Pertanian turun langsung ke lapangan untuk melihat sejauh mana upaya yang sudah dilakukan pemerintah dalam menekan harga kebutuhan bahan pokok. “Fenomena tingginya harga masih terjadi. Kendati demikian kami mengakui sebagian sudah mulai turun, seperti contohnya daging sapi, yang biasanya Rp 120 ribu kini turun jadi Rp 110 ribu karena pasokannya sudah mulai banyak,” kata dia.

Disebutkan, dalam waktu yang sama tahun lalu, harga daging bahkan kokoh di harga Rp 120 ribu. “Artinya memang ada dampak positif yang dilakukan Kementerian Pertanian. Kalau kita sih maunya Rp 100 ribu,” ujarnya.

Menurut Edhi, kunjungan kali ini tak sebatas melihat fluktuasi harga. Namun lebih diarahkan untuk memantau pola distribusi dari tingkat produsen hingga konsumen. "Semua harus bisa menikmati keuntungan. Produsen dapat harga yang bagus, tapi di sisi lain konsumen juga tidak terbebani harga. Pola semacam itu yang kami inginkan," katanya.

Ketika ditanya apakah peternak setuju jika harga daging sapi dijual di kisaran harga Rp 80 ribu, Edhi menjawab tak masalah. “Mereka menyampaikan daging tak masalah Rp 80 ribu asal jangan di bawah Rp 75 ribu. Toh selama ini, tingginya harga daging juga tidak mereka nikmati,” tegas Edhi.***
Bagikan: