Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Pangkas Rantai Pasokan Pangan, Pemerintah Bentuk Tim Lintas Kementerian

Agus Ibnudin
MENTERI Pertanian Amran Sulaiman (tengah) memberikan keterangan pada sela-sela rapat koordinasi pangan nasional di Gedung Kementan, Jakarta, Jumat, 10 Juni 2016.*
MENTERI Pertanian Amran Sulaiman (tengah) memberikan keterangan pada sela-sela rapat koordinasi pangan nasional di Gedung Kementan, Jakarta, Jumat, 10 Juni 2016.*
JAKARTA, (PR).- Pemerintah membentuk tim lintas kementerian untuk memperpendek rantai pasok pangan strategis. Tim ini diharapkan bekerja secara terpadu sepanjang waktu sampai terbentuk struktur pasar baru yang efisien.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan hal itu pada sela-sela rapat koordinasi (rakor) mengenai pangan nasional di Gedung Kementan, Jakarta, Jumat, 10 Juni 2016. "Tim ini dibentuk komprehensif," ujarnya.

Hadir antara lain Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, serta sejumlah pejabat, lembaga, asosiasi, dan pelaku usaha terkait.

Rapat koordinasi dilakukan dalam rangka upaya pengamanan penyediaan, distribusi, dan pemasaran pangan strategis. Tim ini akan berjalan secara terus menerus. Bukan hanya saat Ramadan, tetapi juga bersifat jangka panjang. "Ini memang membutuhkan waktu," katanya.

Amran menjelaskan, di antara fokusnya adalah pengamanan pasokan dan stabilisasi harga pangan, upaya jangka menengah dan panjang dalam rangka memperpendek rantai pasokan dari hulu ke hilir. Selain itu, menyusun konsep struktur baru pasar pangan.

Upaya ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan pasar dan harga layak bagi petani. Konsumen menikmati pangan murah, dan pelaku usaha dan pedagang menikmati normal profit pada tingkat wajar.

Di tempat sama, Menteri Perdagangan Thomas Lembong menuturkan, kerja sama menteri-menteri terkait pangan ini merupakan sebuah langkah maju. Dia juga menilai perlunya sinergitas. "Kami sepakat harus sinergi,” katanya.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menuturkan hal senada. Dia berharap, tim bekerja efektif untuk memangkas rantai pasok pangan yang dinilai terlalu panjang, sehingga harga di tingkat konsumen bisa lebih realistis.
Dalam rapat disepakati koordinasi dan kerja sama dalam rangka pengamanan pasokan, stabilisasi harga, dan pengembangan rantai pasok yang efisien.

Kementerian Pertanian misalnya, bertanggung jawab dalam penyediaan pasokan pangan melalui peningkatan produksi dan peningkatan kapasitas petani, kelompok tani, dan gabungan kelompok tani. Lalu, Kementerian BUMN melakukan pembinaan kepada BUMN untuk meningkatkan stok dan operasi pasar.

Kementerian Perindustrian bertanggung jawab dalam mengembangkan industri pangan primer dan olahan komoditas pangan serta koordinasi pelaku industri. Kementerian Perdagangan mengatur distribusi pangan, mengendalikan harga dan rantai pasok serta koordinasi dengan pelaku pasar untuk menjamin stabilitas harga. Sementara itu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bertanggung jawab pengembangan kelembagaan koperasi.

Berbagai agenda kegiatan yang dilakukan secara sinergis antara lain peningkatan produksi, pengembangan industri pangan, memperlancar rantai pasok, dan memberdayakan koperasi dan UKM secara terpadu.
Di antara agenda, pada rentang jangka pendek akan ada operasi pasar oleh pemerintah. Sedangkan, pada jangka panjang akan dibangun toko-toko tani yang bekerja sama dengan koperasi-koperasi di Indonesia.***
Bagikan: