Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.3 ° C

Kopi Asal KBB Diminati Pasar Eropa

Cecep Wijaya Sari
NGAMPRAH, (PRLM).- Biji kopi pilihan asal Kabupaten Bandung Barat ternyata diminati pasar internasional. Mulai tahun depan, sedikitnya 200 ton kopi jenis arabica dan robusta tersebut siap diekspor ke Eropa.

“Tahun depan kita sudah punya kafe dan galeri untuk kopi asal KBB di Budapest. Permintaan untuk kopi ini sebenarnya sangat besar, mencapai lebih dari 1.000 ton/tahun. Namun kami baru menyanggupi 200 ton/tahun,” ujar Didit Ari Suparno, pengusaha kopi asal Kabupaten Bandung Barat di sela-sela sosialisasi Ekspor Kopi Jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN di Parongpong, Senin (5/10/2015).

Ari menuturkan, ekspor kopi yang akan difasilitasi Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung Barat tersebut dilakukan berdasarkan nota kesepahaman yang dibuat dengan calon buyer saat dirinya berkunjung ke Budapest, Hungaria beberapa waktu lalu. Para penikmat kopi di Eropa, menurut dia, mengakui bahwa kopi asal Indonesia memiliki kualitas yang tinggi.

Di Kabupaten Bandung Barat, kopi tersebut berasal dari dataran tinggi, seperti Kecamatan Lembang dan Parongpong. Kondisi daerah dengan ketinggian tertentu membuat kopi yang tumbuh di daerah tersebut memiliki cita rasa tinggi yang diakui dunia.

“Semuanya mengakui bahwa kopi Indonesia itu yang terbaik walaupun memang setiap daerah di Indonesia memiliki kopi dengan cita rasa yang berbeda-beda, termasuk di daerah Bandung Barat,” ujarnya.

Dengan terbukanya peluang ekspor ini, lanjut Didit, diharapkan kesejahteraan para petani kopi asal KBB meningkat. Untuk itu, diperlukan berbagai pelatihan yang berkelanjutan untuk melakukan strategi pemasaran dengan baik. Hal ini juga diperlukan untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati mengaku siap memfasilitasi para petani kopi untuk memasarkan produk mereka. Saat ini, menurut dia, para petani kopi juga sudah memiliki asosiasi untuk memudahkan pengembangan dan pemasaran produk mereka. (Cecep Wijaya/A-88)***
Bagikan: