5 Hoaks Seputar Kanker, Tempe hingga Menahan Tangis Diklaim Jadi Pemicu

- 24 Januari 2023, 10:03 WIB
Ilustrasi kanker.
Ilustrasi kanker. /Pexels/Anna Tarazevich

PIKIRAN RAKYAT - Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain.

Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Kanker sering menyebabkan kematian, karena penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya. Akibatnya, kondisi ini baru terdeteksi dan ditangani setelah mencapai stadium lanjut.

Terkait penyakit tersebut, muncul beberapa hoaks tentang kanker yang diklaim disebabkan oleh beberapa hal yang tidak ada kaitannya. Apa saja? Berikut Pikiran-Rakyat.com rangkum 5 hoaks tentang penyakit kanker.

Baca Juga: YKI Temukan 200 Kasus Kanker di Pangandaran, Didominasi Kanker Payudara dan Serviks

1. Hoaks Menahan Tangis Bisa Sebabkan Kanker

Akun YouTube dengan nama "Pecinta dr Aisah Dahlan, CHt" mengunggah cuplikan video dari dr. Aisyah Dahlan yang menjelaskan bahwa menahan tangis bisa menyebabkan seseorang menderita kanker.

dr. Aisah Dahlan di video tersebut menjelaskan bahwa jika seseorang yang memiliki jenis genetik yang cepat berpoliferasi atau genetik tumor, akan berpotensi menderita kanker karena menahan tangis.

Video yang diunggah pada 2 Agustus 2021 tersebut telah disukai 4,200 orang dan telah ditonton sebanyak 129,404 kali.

Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut kurang tepat. Harvard Health Publishing, yang merupakan media yang diterbitkan oleh Harvard Medical School, telah menjelaskan bahwa menahan tangis memang dapat menyebabkan sistem imun menurun, stress, depresi dan gangguan kecemasan.

Di sisi lain, jurnal yang diterbitkan di PubMed.gov yang secara spesifik meneliti tentang hubungan depresi dan kecemasan terhadap resiko kanker, menjelaskan bahwa perkiraan peningkatan resiko absolut (ARI) yang terkait dengan depresi dan kecemasan terhadap resiko kanker adalah 34,3 kejadian per 100,000 orang/tahun (15,8 – 50,2) Sementara itu, ARI serupa untuk kematian spesifik kanker merupakan 28,2 kejadian per 100,000 orang/tahun (21,5 – 34,9).

Analisis yang telah dilakukan pada dua subkelompok tersebut menunjukkan bahwa depresi dan kecemasan yang didiagnosis secara klinis terkait dengan kelangsungan hidup kanker yang lebih buruk dan kematian spesifik kanker yang lebih tinggi. Namun, depresi dan kecemasan tidak memiliki hubungan sebab-akibat dengan peningkatan kejadian kanker.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x