[Hoaks atau Fakta] Beredar Kabar Ulama Aceh Haramkan Vaksin Covid-19?, Cek Kebenarannya

- 15 Januari 2021, 16:21 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 /Pixabay/Alexandra_Koch

PIKIRAN RAKYAT – Program vaksinasi Covid-19 resmi dilaksanakan pada Rabu, 13 Januari 2021, Presiden Joko Widodo menjadi pihak pertama yang memulai sekaligus memperoleh suntikan dosis vaksin Covid-19 perdana.

Namun, beredar kabar di laman Facebook yang diunggah pada 10 Januari 2021, mengenai masyarakat Aceh yang menolak vaksin Covid-19 karena ulama Aceh mengharamkannya.

Akun pengunggah pesan itu menyebarkan tangkapan layar yang bersumber dari percakapan di aplikasi WhatsApp, sebagaimana Pikiran-Rakyat.com kutip dari Antara.

Baca Juga: Suaranya Masih Terdengar, 2 Orang Terjebak di Runtuhan Kantor Gubernur Sulawesi Barat Akibat Gempa

Pesan tersebut menyebutkan bahwa rakyat Aceh menolak vaksin karena ulama Aceh menyebut vaksin banyak mudaratnya dan haram.

"Rakyat Aceh menolak vaksin covid19 karena banyak mudharatnya dan syari'atnya menurut para ulama Aceh itu haram. Pemerintah pusat tidak berhak ikut campur masalah hukum haram menurut Agama, karena masalah Agama mutlak kewenangan Pemerintah Aceh, bukan kewenangan pemerintah RI. Bila ngoto pemerintah pusat memaksakan kehendak, rakyat Aceh siap perang..!!" tulis pesan dalam unggahan Facebook tersebut.

Lantas benarkah perihal para ulama Aceh yang menolak vaksin Covid-19 karena haram?

Baca Juga: BRI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Beroperasi Pasca Gempa Majene dan Mamuju

Berikut penjelasan yang ditelusuri oleh Antara, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengatakan vaksin Covid-19 buatan SINOVAC sudah jelas kehalalannya, karena sudah dikaji oleh Majelis Ulama Indonesia, hal tersebut mengacu pemberitaan Antara pada 12 Januari 2021.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X